JAKARTA, forumsumbar —Kemampuan adaptasi orang Minang itu sangat cepat, dan ini menjadi salah satu kelebihan yang dari dulu telah membudaya.
Adanya filosofi dima bumi dipijak di sinan langik dijunjuang, menandakan orang Minang itu adaptif terhadap lingkungan dimana ia berada atau bekerja.
“Hampir 30 tahun saya bekerja di sektor telekomunikasi, tapi saat ini tiba-tiba harus mengurus holding farmasi yang sama sekali saya tidak tahu,” ujar Honesti Basyir, Dirut PT Biofarma saat menjadi salah seorang narasumber di acara Dialog Internasional yang diadakan Minang Diaspora Network-Global (MDN-G), Minggu (14/3), dan dilaksanakan secara virtual.
Tetapi, lanjutnya, sebagai profesional, ditambah dengan budaya tadi, dia dengan cepat mampu beradaptasi dengan ekosistem korporat yang dia pimpin, yang saat ini menjadi leader dalam penyediaan vaksin Covid-19 di Indonesia.
“Dari filosofi anak dipangku kamanakan dibimbiang, mengharuskan kita tahu dengan posisi kita, dan mampu menempatkan diri di situasi manapun,” tukas alumni SMAN 2 Padang ini.
Kunci penting lainnya, kata mantan Direktur Keuangan PT Telkom ini, harus mampu membangun kolaborasi dan sinergi dengan pihak lain. Amerika sendiri pun sebagai negara maju, katanya, harus berkolaborasi juga dengan negara lain.
Mengingat kerasnya persaingan di dunia kerja, Honesti mengingatkan kepada generasi muda Minang bahwa yang penting dibangun itu adalah value. “Bagaimana membangun nilai-nilai, atau value sebagai personal, dengan meningkatkan kompetensi,” katanya.
Acara yang bertemakan “CEO/Profesional Minang Dunia Dulu, Sekarang dan yang akan Datang” ini digagas Burmalis Ilyas, Direktur Eksekutif MDN-G dan Prof Fasli Jalal, Rektor Universitas Yarsi Jakarta, yang sekaligus menjadi moderator dalam diskusi ini.
(Ika)























