DHARMASRAYA, forumsumbar — Permintaan Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat menghadiri acara peresmian Jembatan Pulai 21 September lalu, yakni pembangunan akses jalan dari Kabupaten Dharmasraya ke tol Trans Sumatera di Riau disambut langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.
Kemudian Basuki meminta Kepala Balai Jalan agar dicek, dan diprogramkan secara bertahap di tahun 2021 atau 2020. Supaya tol itu tersambung dengan Kabupaten Dharmasraya, yang sering disebut juga dengan kabupaten “Bumi Mekar”.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang, Sumbar Bambang Pardede mengatakan bahwa Menteri juga telah meminta agar membuat akses jalan yang menghubungkan Jembatan Pulai ke jalan tol Padang – Pekanbaru. Pihaknya langsung menindaklanjuti hal tersebut dengan menentukan trase atau sumbu jalan baru.

“Saya sudah tugaskan perencana kami untuk mencari trase ke salah satu pintu tol yang saat ini juga masih rencana pengembangan jalan tol. Kalau secara fisik belum mulai,” kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang.
Pihaknya mengatakan akan mengikuti tahapan sesuai prosedur seperti melakukan studi kelayakan atau feasibility study, pra design. Selanjutnya ada juga tahap usulan teknis untuk pekerjaan tahap rencana detail atau detail enginering design (DED).
Selain Jembatan Pulai, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga meresmikan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Dharmasraya bernilai total Rp227 miliar yang diselesaikan pada tahun 2019.
Di sektor sumber daya air, telah dibangun Embung Padang Roco, Embung Sungai Duo, dan Tebing Sungai Batang Piruko. Pada sektor konektivitas, telah diselesaikan pembangunan Jembatan Sungai Dareh, Jembatan Pulai, serta peningkatan kemantapan ruas jalan Pulau Punjung-Kota Baru.
Selanjutnya, di sektor permukiman, dilaksanakan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 13 lokasi dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di 3 lokasi. Terakhir, di sektor perumahan telah dibangun Rusunawa khusus MBR di Sungai Rumbai, rumah khusus MBR di Sitiung, dan disalurkan program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSPS) di 8 kecamatan.
Menteri Basuki berpesan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, sehingga memiliki masa layanan yang lebih panjang.

Kemudian pembangunan RSUD Sungai Dareh yang terwujud setelah penantian 11 tahun lamanya. Rumah sakit Tipe C berfasilitas mewah yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera KM 4 Pulau Punjung itu kini dapat dinikmati oleh masyarakat Dharmasraya.
Selain menjadi rujukan 15 Puskesmas di Kabupaten Dharmasraya, RSUD Sungai Dareh juga ditargetkan menjadi RS rujukan regional.
(Rel/SRC)























