PADANG, forumsumbar —Dengan telah mengerucutnya beberapa pasangan calon, dan koalisi partai yang mengusungnya, membuat Pilkada Sumbar, 9 Desember 2020 mendatang, semakin menarik.
Terakhir koalisi poros baru yang digagas 4 parpol, Golkar, Nasdem, PKB dan PDIP yang mempunyai total 17 kursi, menyatakan siap mengusung pasangan calon di Pilkada Sumbar.
Pasangan calon yang sudah nampak, yakni Nasrul Abit-Indra Catri, yang diusung Gerindra. Pasangan Mahyeldi-Audy Joinaldy yang katanya diusung PKS dan PPP, tapi sampai sekarang SK belum juga turun.
Kemudian pasangan Faldo Maldini-Febby Dt Bangso, diusung PKB. Dan terakhir yang diklaim sudah turun SK-nya dari pusat, pasangan Mulyadi-Ali Mukhni, diusung Partai Demokrat dan PAN. Yang belum itu, pasangan calon yang diusung oleh poros baru 4 parpol.
Mencermati perkembangan Pilkada Sumbar itu, pengamat politik dari Lebah Institute, Nuki Suseno, Senin (3/8), kepada media menyampaikan bahwa politik pilkada masih bergerak dinamis sampai pendaftaran ke KPU Sumbar tanggal 4-6 September 2020.
“Yang namanya politik, bergerak selalu dinamis, dan Sumbar ini selalu penuh kejutan. Hampir semua Pilkada Sumbar dimenangkan oleh pasangan calon yang ditetapkan partai last minute,” ujar Nuki.
Kemudian, lanjutnya, terbetik berita bahwa koalisi poros baru ingin mengajak PPP Sumbar untuk bersama-sama menghadapi Pilkada Sumbar. Berarti, bisa saja PKS menjadi jomblo.
Dikatakan Nuki, wajar saja poros baru mengajak PPP Sumbar untuk bergabung, karena di pusat mereka sama-sama di dalam pemerintahan.
“Banyak yang bertanya tentang ini. Tentu saja jawabannya, bisa ya bisa tidak. Bisa ya karena pengalaman di DPRD Sumbar, PKS yang ditinggalkan saat pemilihan pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD). Bisa tidak, karena PPP sudah bulat mendukung Audy bersama Mahyeldi, kecuali ada tangan lain yang bisa saja membuat putusan berubah lagi,” tukas Nuki.
Faktor lainnya yang juga cukup membuat masalah pasangan Mahyeldi dan Audy menjadi pelik, sebut Nuki, yakni dengan hadirnya Partai Gelora, yang notabene banyak warga PKS yang hijrah ke partai besutan mantan Presiden PKS Anis Matta, dan Fahri Hamzah ini.
“Melihat gelagatnya, pilihan politik Partai Gelora di Pilkada Sumbar nanti walaupun tidak, atau belum punya kursi di DPRD Sumbar, kita yakin akan berseberangan dengan PKS,” imbuh Nuki.
Terakhir disampaikan Nuki, bahwa saat ini, publik Sumbar sedang menunggu poros baru mengumumkan siapa pasangan calon yang akan diusung. “Selamat mencari pemimpin baru untuk Sumatera Barat,” ujar aktivis PMII ini.
(Ika)






















