• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, April 2, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Sudah Di-ulak, Di-karang; Ulak Karang

25 November 2025
in Sejarah
Reading Time: 3min read
Views: 520
Suasana tepi laut Ulak Karang. Nampak Universtas Bung Hatta. (Foto : Dok)

Oleh: Isa Kurniawan
(Walikota Ulak Karang)

DEMIKIAN pameo tentang Ulak Karang, sebuah daerah di Kecamatan Padang Utara Kota Padang, yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia di sebelah Barat-nya.

Sebelah Timur-nya berbatasan dengan rel kereta api (KA), atau Lapai (Nanggalo). Sementara di Selatan dengan daerah Lolong-Belanti, dan di Utara berbatasan dengan Batang Kuranji/Batang Muar.

Lihat Juga

Karena Anti-Komunis, Berkali-kali Bung Hatta Diteror PKI

Karena Anti-Komunis, Berkali-kali Bung Hatta Diteror PKI

8 November 2025
67
Demonstrasi Angkatan 66 di Bukittinggi, Makmur Hendrik Jadi Target Pembunuhan

Demonstrasi Angkatan 66 di Bukittinggi, Makmur Hendrik Jadi Target Pembunuhan

27 Maret 2025
177
Tan Bertepuk Sebelah Tangan

Tan Bertepuk Sebelah Tangan

8 November 2025
121

Daerah Ulak Karang ini dulunya angker, karena dari sejarahnya, terkenal sebagai daerah tempat pembuangan mayat para pejuang yang dibunuh oleh tentara Belanda.

Dan juga di zaman Jepang. Ada dua benteng besar yang dibuat di Ulak Karang sebagai tempat pertahanan.

Satu benteng Jepang ini sampai sekarang masih berdiri kokoh. Satunya lagi sayangnya sudah diruntuhkan oleh developer yang membuat perumahan.

Jejak keangkerannya itu terlihat jelas ketika membangun Universitas Bung Hatta, dan komplek Wisma Warta, di tahun 70-80an. Dimana banyak ditemukan tulang belulang manusia saat land clearing tanah oleh alat berat. Bahkan ada operator alat berat yang tersapa, kemudian meninggal dunia.

Tahun 1970an, daerah Ulak Karang arah ke pantai, sempat dijadikan daerah latihan menembak oleh ABRI/TNI. Biasanya setelah latihan selesai, banyak masyarakat yang mencari selongsong peluru yang berserakan di lapangan untuk dijadikan kalung dan sebagainya.

Papiko

Dulunya itu, sebagian Ulak Karang adalah rawa, dan lainnya yang mengarah ke laut berupa dataran yang menjadi ladang bengkuang dan mentimun. Sampai ke laut, hampir tiap pagi ramai masyarakat menunggu pukat tepi nelayan Ulak Karang.

Pada tahun 70an –waktu itu Ulak Karang masih Papiko/Padang Pinggir Kota– dibangun lah real estat pertama di Kota Padang oleh PT Pembangunan Sumbar (anak perusahaan Bank Pembangunan Daerah/Bank Nagari), namanya Wisma Indah. Akhirnya Wisma Indah ini dibangun sampai Wisma Indah X (di Pasia Nan Tigo, Koto Tangah).

Kemudian dibangun komplek Wisma Warta (perumahan wartawan), dan Wisma Bunda. Serta sekolah TK Pertiwi, SD Inpres 73/74, SMA Bunda dan Universitas Bung Hatta.

Sebelumnya, di jalan besar (sekarang Jl S Parman), sudah ada sekolah yang punya sejarah panjang yang dibangun pada tahun 60an, bernama SD Tanah Air. Beberapa SD ada di sana, ada SD 07, SD 21, SD 53 dan SD 61.

Di daerah Asratek sekarang (antara Pasar Ulak Karang dan Jl Jakarta), di tahun 70an itu pernah berdiri pabrik tekstil, Asratex namanya. Sempat beroperasi, kemudian di awal tahun 80an tutup. Di tahun 90an kabarnya waktu itu akan berubah menjadi Hotel Astra, tapi sampai sekarang masih jadi bangunan kosong.

Di simpang Ulak Karang berdiri hotel berikut restoran, Takana Juo, dan ke sininya bioskop Indah Theatre yang dikelola oleh PT Indupa Wisata (anak perusahaan BPD/Bank Nagari).

Di dekat jembatan Air Tawar, ada juga didirikan pabrik es balok, minyak goreng dan sabun batangan oleh PT Hadis Didong, dan juga sawmill pengergajian kayu oleh PT Perkayuan Budjang.

Batas Kota Padang waktu itu di depan IKIP/UNP sekarang, di Air Tawar. Dan pada tahun 1980 dilakukan perluasan Kota Padang melalui PP No 17 Tahun 1980, yang secara signifikan menambah wilayah kota menjadi 694,96 km² dari sebelumnya sekitar 33 km².

Perluasan ini menambah 11 kecamatan, yang mencakup wilayah dari Kabupaten Padang Pariaman, termasuk sebagian Kecamatan Koto Tangah, Pauh dan Lubuk Begalung.

Sekarang, Ulak Karang itu terbagi atas 2 kelurahan, yakni Kelurahan Ulak Karang Utara dan Ulak Karang Selatan. Sebelumnya ada 3 kelurahan; Kelurahan Ulak Karang Barat, Ulak Karang Timur dan Pasir Ulak Karang. Kemudian dikerucutkan menjadi dua.

Memang Ada Karang

Daerah pantai Ulak Karang itu merupakan muaranya Batang Kuranji/Batang Muar. Dan dulunya memang ada hamparan karang yang luas di pantainya, persis dekat kampus Universitas Bung Hatta. Sekarang saja karang tersebut tidak nampak lagi –semenjak dipasangnya batu grip pemecah ombak.

Dulu itu, ketika air laut pasang surut, nampak lah karang-karang dengan kolam-kolam kecil yang kadang berisi ikan, lobster, dan binatang laut lainnya.

Banyak juga masyarakat yang menangkap ikan tersebut dengan tangguk atau menjalanya. Dan juga, kita bisa berjalan-jalan di karang-karang tersebut.

Di sepanjang pantai Padang, memang di pantai Ulak Karang lah yang ada karang-karang. Ke sininya, karang-karang itu telah ditelan oleh pasir laut. Dan tidak nampak lagi.

Mungkin karena banyak karang di daerah pantainya, diberilah nama Ulak Karang. Tetapi ada juga melontarkan pameo; sudah di-ulak, di-karang. Sudah di-urak, habis itu di-rangkai lagi. Begitu benar lah. *)

 

Isa Kurniawan, Walikota Ulak Karang. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Manufer Putra Firdaus: Festival Marandang 2025 Lubuk Gading Permai 3 Perkuat Eksistensi Koto Tangah Sebagai Pusat Kuliner Tradisional

Next Post

Menteri Ekraf RI Dijamu Makan Bajamba di Tanah Datar

BeritaTerkait

Karena Anti-Komunis, Berkali-kali Bung Hatta Diteror PKI
Sejarah

Karena Anti-Komunis, Berkali-kali Bung Hatta Diteror PKI

8 November 2025
67
Demonstrasi Angkatan 66 di Bukittinggi, Makmur Hendrik Jadi Target Pembunuhan
Sejarah

Demonstrasi Angkatan 66 di Bukittinggi, Makmur Hendrik Jadi Target Pembunuhan

27 Maret 2025
177
Tan Bertepuk Sebelah Tangan
Sejarah

Tan Bertepuk Sebelah Tangan

8 November 2025
121
Next Post
Menteri Ekraf RI Dijamu Makan Bajamba di Tanah Datar

Menteri Ekraf RI Dijamu Makan Bajamba di Tanah Datar

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,176)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,359)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,501)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,450)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (30,539)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (30,289)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,880)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (25,199)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (24,129)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,892)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
151
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
331
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
484
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
226
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
113
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
145
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
126
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
188
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
122

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In