
PADANG, forumsumbar — Rektor Unand Efa Yonnedi menggelar acara Coffe Morning dan Bincang-bincang Pagi Bersama Media Cetak dan Elektronik, Senin (2/2/2026), bertempat di The Gade Creative Lounge (TGCL), Gedung Pustaka Lt2 Kampus Unand Limau Manis Padang.
Di acara yang serius tapi santai itu, turut hadir Wakil Rektor I Syukri Arif, Wakil Rektor II Hefrizal Handra, Wakil Rektor III Kurnia Warman, Sekretaris Universitas Aidinil Zetra, Kepala Humas, Protokoker, dan Layanan Informasi Publik Hary Efendi Iskandar, dan lainnya.
Rektor menyampaikan ucapkan terima kasih kepada media atas kerjasama yang baik selama ini. Dimana media merupakan mitra strategis bagi Unand dalam menyebarluaskan informasi, serta membangun citra positif melalui pemberitaan.
Pada saat ini, kata Rektor Efa, Unand itu memiliki sebanyak 15 fakultas, 154 program studi, dan 1 program pascasarjana. Mahasiswa sebanyak 36.000, kemudian dosen 1.555, tendik 1.342, dan alumni sebanyak 160.291 orang. Sejak PTNBH disahkan pada tahun 2021, ada 25 prodi baru yang didirikan.
Di usia Unand yang memasuki 70 tahun di 13 September 2026 ini, disampaikan Rektor Efa bahwa Unand bersiap untuk menuju Universitas Berkelas Dunia. Dan untuk mengonkretkannya segala upaya ke arah sana terus lakukan.
“Untuk membangun atmosfer internasional, sudah 27 program studi yang terakreditasi internasional. Kemudian membangun kerjasama dengan kampus-kampus ternama di luar negeri,” ujar Rektor Efa.

Saat ini, secara institusi Unand terakreditasi A, masuk klaster Mandiri dan menempati posisi 10 terbaik nasional berdasarkan data SINTA Kemristek 2026.
Unand terus menunjukkan peningkatan peringkat di Asia, terutama dalam aspek riset dan kolaborasi internasional, seperti yang terlihat pada pemeringkatan THE ISR dan QS Asia, menjadikannya salah satu universitas unggulan di Indonesia dengan reputasi global yang meningkat. Dalam pemeringkatan di Asia, Unand berada pada posisi 396, dan di ASEAN (Asia Tenggara) pada rangking 77.
Secara global, Unand berada di peringkat #1401+ (QS World University Rankings 2026) dan peringkat 8 nasional (Times Higher Education 2025), dengan keunggulan riset yang diakui secara internasional.

Selain itu, Rektor Efa juga memaparkan tentang penerimaan mahasiswa baru Unand, Dana Abadi, serapan lulusan, dan beberapa informasi lainnya.
Berbicara masalah penerimaan mahasiswa baru, dikatakan Rektor Efa, Unand menerima dengan komposisi 30% undangan, 40% tes dan 30% mandiri. Menurut Rektor, sebenarnya statuta membolehkan melalui jalur mandiri itu sampai 50%.
Soal Dana Abadi Unand, disampaikan Rektor Efa, sampai 30 September 2025 terkumpul Rp33.178.868.442,26 miliar. Dan total hasil pengembangan Dana Abadi tersebut sebanyak Rp2.590.166.672,26 miliar. Dari Dana Abadi tersebut dialokasikan untuk beasiswa sebanyak Rp1.000.000.000,00 miliar.

Kemudian, mengenai serapan lulusan, berkisar 76% dalam kurun waktu 6 bulan pertama. Apakah lulusan tersebut dapat pekerjaan, atau berwirausaha mengembangkan usaha sendiri.
Pada saat acara dialog, salah orang wartawan senior Emil Mahmudsyah menyampaikan ke Rektor bahwa banyak alumni Unand yang bekerja di media, baik cetak, elektonik maupun online -dengan menjadi Pemred.
“Mudah-mudahan bisa pula diadakan acara silaturahmi dan dialog dengan para alumni yang menjadi Pemred tadi dengan Rektor Unand dan jajaran,” tukasnya.
(Ika)























