
PASAMAN BARAT, forumsumbar — Tim Badan Koordinasi Keluarga Nasional (BKKBN) Perwakilan Sumatera Barat, Jumat (2/6/2023), melaksanakan visitasi (penilaian) MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) 4 Pasaman Barat, sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), dan mewakili kabupaten menuju tingkat Sumatera Barat, tahun 2023.
Tim visitasi BKKBN Perwakilan Sumatera Barat tersebut dipimpin Desra, selaku Pranata Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) Ahli Madya. Dan turut hadir juga motivator pada program SSK MTsN 4 Pasaman Barat, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat Syafrizal.
Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, kegiatan itu dihadiri juga sebagai motivator program SSK di MTsN 4 Pasaman Barat, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencanai Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), diwakili Sekretaris Efrini Desri, bersama tim teknis dari DP2KBP3A Pasaman Barat.
Efrini Desri di hadapan Tim Visitasi SSK di MTsN 4 Pasaman Barat menjelaskan, program SSK tingkat lembaga pendidikan tingkat SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) atau SMA dengan Madrasah Aliyah (MA) adalah agenda rutin dan dilaksanakan pada setiap tahun.
Untuk tahun anggaran 2023, jelas Efrini, ditetapkan MTsN 4 Pasaman Barat sebagai utusan penyelenggara program SSK. Di antara persiapan yang dilakukan, mematangkan siswa di madrasah ini agar tampil menyanyikan lagu mars SSK, yang akan dinyanyikan saat dilaksanakannya visitasi bersama tim penilai dari BKKBN Perwakilan Sumatera Barat.
Tim Penilai program SSK MTsN 4 Pasaman Barat Desra menyampaikan, penilaian yang dilakukan terhadap MTsN 4 Pasaman Barat, adalah proses sekaligus tahapan dari penilaian yang dilakukan. Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang dinilai Tim provinsi di tahun 2023. Tentu, pihaknya melakukan aturan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan proses penilaian.
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Syafrizal, didampingi Kepala MTsN 4 Pasaman Barat Gusmayenti menyampaikan, di lingkungan Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, program SSK hampir bersamaan dengan program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah), yang sekaligus diberdayakan di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap wilayah kecamatan.
“Di antara sasaran dari pelaksanaan program BRUS yang dikelola KUA di daerahnya adalah berupaya membentuk karakter generasi penerus, agar mereka tidak terkontaminasi pergaulan bebas, terjadinya hamil di luar nikah, dan pergaulan bebas lain,” ujarnya.
Jika kondisi itu tidak disikapi atau diabaikan begitu saja, berarti masa depan generasi penerus ke depan akan terbawa arus.
SSK sebagai program khusus BKKBN, ulas Syafrizal, juga sebagai upaya meningkatkan, kualitas, kemandirian dan profesionalitas generasi mandiri, berencana serta berkualitas, seperti yang diharapkan.
Terpilihnya MTsN 4 Pasaman Barat sebagai salah satu lembaga pendidikan di daerah ini sebagai pelaksana program SSK, dan hari mendapat penilaian dari tim BKKBN Perwakilan Sumatera Barat, adalah kesempatan berharga dan harus dipersiapkan dengan maksimal, agar hasil yang diharapkan juga akan maksimal dan memuaskan.
“Kami berkeyakinan, walau tim penilai program SSK tingkat SMP/MTs se Sumatera Barat, tidak berhasil meraih juara kedua untuk MTsN 4 Pasaman Barat, pihaknya yakin tim bisa melakukan penilaian yang maksimal, dan memberikan hasil penelitian sebagai juara satu untuk MTsN 4 Pasaman Barat”, kata Syafrizal.
(gmz)























