Oleh: Isa Kurniawan
//forumsumbar//
VANDALISME yang mengotori Taman Juanda yang terletak di depan SMTI Jl Juanda Padang (dekat jembatan Purus) sudah berbilang bulan tidak juga dibersihkan. Seharusnya Pemko Padang melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan bergerak cepat terhadap aksi coret-coret yang terjadi di setiap fasilitas umum (fasum) yang ada di Kota Padang.
Sampai saat ini, tidak tampak kepedulian Pemko Padang agar dilakukan pembersihan terhadap aksi vandalisme tadi yang terjadi di fasum-fasum kota. Ini salah satu tanda bahwa Kota Padang memang tidak diurus dengan serius.
“Masak sih hal-hal sepele itu dipermasalahkan?”
Memang tampaknya urusan pembersihan vandalisme tadi sepele, tapi membiarkan coret-coret tersebut membuat wajah kota menjadi kumal –tidak enak dipandang mata. Padahal sebagai ibukota provinsi, Kota Padang itu adalah etalase, sekaligus contoh bagi daerah lainnya di Sumbar.
Apa sih beratnya untuk membersihkan coret-coret tersebut? Kan Pemko Padang punya orang yang digaji untuk bersih-bersih kota, namanya saja Dinas Kebersihan dan Pertamanan, berarti mereka ini yang bertanggung-jawab untuk bersih-bersih kota!
Atau ini bisa juga menandakan bahwa mereka ini tidak bekerja, atau tidak tahu dengan tupoksi tugasnya.
“Sepele?”
Banyak anggapan bahwa persoalan-persoalan sepele tidak usah dipermasalahkan. Tapi untuk diketahui, karena masalah sepele tadi lah kita bisa melihat tinggi-rendahnya peradaban suatu masyarakat.
Misalnya mengenai kebersihan toilet atau WC, budaya antri, cara menghormati orang, dan lain sebagainya yang terlihat sepele, tapi bisa menandakan peradaban masyarakatnya.
O ya, di Kota Padang saat ini, jangankan masalah sepele, masalah besar pun banyak yang tidak terselesaikan. Sebut saja perkara Terminal Anak Aia Lubuk Buaya, jalan tepi pantai dari Muara ke BIM, Taman Hutan Kota di Malvinas Nanggalo, Kota Satelit di Sungai Bangek, jalan tembus Lubuk Kilangan – Bungus Teluk Kabung, serta Pengambiran (Lubuk Begalung) – Bungus, kemudian peternakan sapi di Ladang Padi, penanganan banjir, dan banyak lagi lainnya kalau disebutkan.
Parahnya, Walikota Padang Hendri Septa dengan jumawanya tidak memerlukan wakil walikota yang sampai sekarang dibiarkan kosong. Akhirnya yang teraniaya ya Kota Padang juga. Jangkrik Boss! *)
Penulis adalah Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas) / Warga Kota Padang























