PADANG, forumsumbar —Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar yang telah dimulai dari tanggal 22 April 2020 lalu, membuat masyarakat banyak yang “naik darah”.
Indra Sakti Nauli, seorang wartawan senior, menyatakan di laman fesbuknya, Rabu (29/4), bahwa janji pemerintah tinggal janji. PSBB di Sumbar sama juga bohong.
Ia menulis status yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI tentang PSBB di Sumbar, yang ia nilai tidak siap.
“Sebaiknya daerah-daerah yang diberikan izin PSBB tidak hanya dilihat dari grafik jumlah korban terpapar yang meningkat. Perhatikan juga ketersediaan pangan yang dibagikan kepada masyarakat sebagai konsekuensi sosial,” tulis Indra.
Kalau daerah tidak memberi laporan ketersediaan pangan yang disiapkan seiring dimulainya jadwal PSBB, maka menurutnya PSBB sama juga bohong.
Dicontohkannya di Sumbar, sejak diterapkan PSBB 22 April lalu, bukannya terjadi penurunan kasus, malah secara kumulatif meningkat.
“Sumbar provinsi pertama di Sumatera yang menjalankan PSBB, hingga sepekan berjalan, menjadi provinsi teratas di Sumatera dan nomor empat di Indonesia, kasus Covid-19 nya,” tukas Indra.
Lebih lanjut disampaikannya, orang disuruh di rumah saja, tapi tanggungjawab sosial tidak segera dibagikan. Alasan masih data ke data yang belum valid. “Hingga kini, hampir satu pekan PSBB, pembagian uang dan sembako dari provinsi yang dijanjikan belum terealisir,” terangnya.
Untuk tingkat kota, sebut Indra, Kota Padang terparah peningkatan kasus Covid-19. Kota Padang pula yang belum membagi tanggungjawab sosial kepada warganya.
Warga kota banyak yang mengeluh di medsos. “Kami disuruh berdiam, mau makan dengan apa ..?” ujar Indra menirukan keluhan warga terhadap kebijakan PSBB.
Makanya, menjadi tontonan yang aneh, PSBB dan tidak PSBB di Padang arus manusia keluar tetap banyak. Warga kota tetap keluar mencari penghidupan.
“Kasihannya kita, aparat RT jadi sasaran warga atas ketidakbecusan ini. Lurah juga ikut panik tiap hari didatangi warga. Rasa curiga yang tidak pada tempatnya. Janji pemerintah tinggal janji. Jadwal PSBB tersisa sepekan lagi. Ini hanya satu indikasi, PSBB di Sumbar sama juga bohong,” pungkas Indra.
(Ika)























