LIMAPULUH KOTA, forumsumbar —-Wabah virus corona (Covid-19) telah membuat sendi-sendi perekonomian masyarakat menjadi goyah. Tak ayal, dampak ekonomi ini dirasakan juga oleh petani gambir di Kapur IX Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota.
“Harga gambir menurun hingga Rp14.000 per kilo. Sungguh sangat menyedihkan bagi petani gambir di Kapur IX dan Pangkalan, khususnya di Nagari Lubuk Alai,” ujar Purdi, petani gambir Kapur IX, Senin (13/4).
Harga tersebut, ungkap Purdi yang juga Kepala Jorong Suka Karya Nagari Lubuk Alai ini, tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan petani untuk mengolah daun gambir sampai menjadi bongkahan sari gambir siap jual.

Menurut Purdi lagi, kalau bisa harga gambir berkisar sekitar Rp40.000 per kg. Dengan harga sebanyak itu, mudah-mudahan sudah bisa tutupi biaya operasional pengolahan gambir. Dari pemetikan daun di ladang, pengolahan daun sampai menghasilkan sari gambir hingga sudah bisa cetak sampai dijemur.
“Dulunya di tahun 2016, harga gambir pernah mencapai Rp110.000 per kilonya. Sehingga petani saat itu sangat diuntungkan. Sekarang kalau bisa harga Rp40.000, itu sudah agak meringankan petani lah,” terang Purdi.
Di tengah pandemi Covid-19, lanjut Purdi, harga bahan pokok melonjak, sementara pemasukan petani berkurang drastis karena harga gambir yang terus merosot. “Kami di Kapur IX berharap sekali perhatian pemerintah agar harga gambir ini bisa naik kembali,” ucap Purdi.
(Prd)






















