PADANG, forumsumbar —Pacsa-keluarnya hasil survei Arah Baru Center (ABC), Selasa (3/3) kemaren, yang merilis persepsi masyarakat Sumbar terhadap partai politik dan Pilkada Sumbar 2020, mendapat tanggapan dari pengamat politik Sumbar, Yosmeri Yusuf.
Disampaikan Yosmeri, Rabu (4/3), bahwa ia mengapresiasi apa yang telah dilakukan ABC di dalam survei tersebut. Tetapi, lanjutnya, ada beberapa hal yang menjadi catatannya, selaku orang yang sudah puluhan tahun bergelut dalam wilayah politik, dan sering pula bersinggungan dengan lembaga survei.
Yosmeri kemudian mengingatkan, bahwa Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) selalu mengingatkan bahwa ada etik yang harus dipenuhi oleh lembaga survei dalam bekerja. Di antaranya harus terbuka mengenai sumber dana, kemudian bagaimana proses survei dilakukan, metodanya, pengambilan sampel, dan pengolahan datanya.
“Persoalan keterbukaan sangat krusial bagi lembaga survei, karena ini menyangkut akuntabilitas dan tanggung-jawab moral maupun keilmuan,” ujar mantan Anggota DPRD Sumbar itu, sembari bertanya ada tidak ABC menyampaikan sumber dana surveinya secara terbuka?
Disampaikan Yosmeri lebih lanjut, dari lembaga-lembaga survei yang ada, biasanya dengan jumlah responden 400 orang dibutuhkan dana Rp150 juta untuk biaya surveinya. “Ini sudah menjadi standar bagi lembaga-lembaga survei yang ada. Jadi kalau ada yang melakukan survei jauh di bawah standar tersebut, diyakini hasilnya tidak maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, saat merilis hasil surveinya Direktur ABC Erizal menyampaikan bahwa survei yang dilakukannya menggunakan teknik pengambilan sampel, yakni multistage random sampling berjumlah 6.426 responden dari 18 kota / kabupaten yang ada di Sumbar, minus Kabupaten Kepulauan Mentawai, dengan tingkat kepercayaan masyarakat sebesar 95 persen, dan margin of error sebanyak 1,2%. (Ik)























