
PADANG, forumsumbar –— Langkah menuju perhelatan akbar alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Indonesia resmi dimulai dari Ranah Minang. Panitia Pelaksana Pelantikan Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni HMI (KAHMI) dan Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Provinsi Sumatera Barat, menggelar rapat perdana di Wisma HMI Jl. Hangtuah 158 Padang, Selasa (27/10/2026).
Rapat yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut, dihadiri oleh Panitia, Steering Committee (SC) dan Presidium MW KAHMI dan FORHATI Sumbar dengan penuh antusias. Ibarat markas komando menjelang pertempuran besar, di ruangan tersebut strategi dirancang, pasukan tempur dikonsolidasikan, dan setiap lini menerima perintah tugasnya. Misinya satu: Memenangkan Hari-H pelantikan Pengurus MW KAHMI dan FORHATI Sumatera Barat. Pertempuran sesungguhnya menanti di depan, yakni Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI dan FORHATI, dengan Sumatera Barat sebagai tuan rumah.
Kemampuan menggelar acara berskala besar, menghadirkan tokoh nasional, menggalang dukungan Pemerintah Daerah, hingga merangkul alumni dan mitra strategis akan diuji pada acara pelantikan mendatang. Kemenangan di medan uji ini akan menjadi modal berharga, sekaligus pesan kuat bahwa Bumi Minangkabau siap menyambut keluarga besar KAHMI dan FORHATI dari seluruh penjuru negeri.
Rapat telah menetapkan Sabtu, 14 November 2026, pukul 09.00 WIB sebagai Hari-H pelantikan. Jadwal ini akan terus diselaraskan dengan Steering Committee (SC) serta agenda Majelis Nasional. Dua titik lokasi pelantikan telah dipetakan, yakni Istana Gubernur Sumatera Barat dan Gedung Bank Indonesia. Tim akan segera melakukan survei lapangan untuk memastikan daya tampung bagi sekitar 500 tamu undangan.
Barisan Undangan yang akan hadir mencerminkan kekuatan jejaring keluarga besar HMI, mulai dari jajaran Pengurus MW KAHMI dan FORHATI Sumbar dan Dewan Penasihat, Dewan Pakar, Dewan Etik dan Majelis Daerah KAHMI dan FORHATI se-Sumatera Barat, unsur tokoh nasional, hingga para tokoh dari kalangan internal maupun eksternal KAHMI dan FORHATI, serta seluruh Kader HMI se Sumatera Barat.
Target tidak berhenti hanya sampai pada prosesi pelantikan, Panitia juga menyiapkan Rapat Kerja (Raker) Majelis Wilayah beserta jajaran Pengurus KAHMI dan FORHATI Sumbar periode 2026-2031 dan berikhtiar menjadikan Hari-H sebagai titik berangkat kerja nyata kepengurusan baru Majelis Wilayah KAHMI dan FORHATI Sumbar lima tahun ke depan.
Struktur Kepanitiaan dikomandoi oleh Zulnaidi, S.H., didampingi Sekretaris Muhammad Arif, S.H.I. sebagai pengendali administrasi dan Bendahara Ulya, S.E.A.k, M.Ak. sebagai penjaga logistik keuangan. Arah strategi dikawal Steering Committee di bawah koordinasi Dr. Eka Vidya Putra, M.Si.
Koordinator Presidium Demisioner, Desrio Putra, S.T, M.T, yang turut hadir membersamai rapat menginstruksikan, panitia bergerak cepat memastikan waktu dan tempat pelaksanaan secara definitif. Sebab, dari dua kepastian itulah seluruh operasi bermula.
Demikian juga Sabar AS selaku Presidium juga mengingatkan, bahwa kegiatan ini harus menggema luas di tengah masyarakat. Baginya, pelantikan bukan tujuan akhir, melainkan pijakan untuk memenangkan persiapan Munas KAHMI dan FORHATI di Sumatera Barat.
Koordinator SC, Dr. Eka Vidya Putra, M.Si., berpesan agar pelantikan digelar sukses dan semeriah mungkin sebagai cermin marwah KAHMI dan FORHATI Sumatera Barat. Sementara itu, Dian Eka Putri menekankan pentingnya kepastian lokasi dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sejak dini.
Ketua Panitia Tidak ingin kehilangan momentum, dalam rapat langsung menurunkan perintah ke setiap front dengan tenggat yang ketat: Bidang Kesekretariatan, harus segera menyiapkan proposal kegiatan secepatnya, lengkap dengan perangkat administrasi seperti stempel dan alat tulis kantor. Surat-menyurat strategis segera dilayangkan, mulai dari daftar undangan, permohonan peminjaman tempat dan bantuan konsumsi, permohonan audiensi kepada Gubernur Sumatera Barat dan Forkopimda, hingga koordinasi dengan Polresta untuk izin keramaian.

Panitia Garda Depan (Bidang Acara), langsung diperintahkan menyusun skenario operasi pelantikan KAHMI dan FORHATI beserta Raker. Termasuk rangkaian pra-pelantikan, orasi, dan pra-Raker. Penyambutan tamu VVIP dan VIP dirancang matang, dari penjemputan hingga jamuan. Gladi pelantikan dan Raker digelar, agar setiap detik di Hari-H berjalan presisi.
Undangan disebar secara bertingkat dan dipetakan menurut sasaran, yakni tokoh publik, alumni, dan organisasi mitra. Selain undangan fisik, panitia menyiapkan undangan digital, dengan setiap pengiriman tercatat rapi.
Bidang Publikasi dan Humas, diberi tugas menguasai ruang publik sejak jauh hari. Twibbon, flyer, spanduk, baliho, hingga bendera akan dikerahkan, dengan desain ditargetkan siap cetak dalam tiga hari. Panitia juga menjajaki kerja sama billboard, menggandeng media massa, menghimpun testimoni dukungan para tokoh, serta menyiapkan tim dokumentasi sejak pra-acara hingga Hari-H.
Bidang Perlengkapan ditugaskan menyiapkan panggung, tata suara, dekorasi, dan layar proyektor. Bidang Logistik dan Konsumsi, diperintahkan menyiapkan jamuan bagi undangan VVIP, VIP, dan peserta, termasuk menu cadangan. Sementara itu, tim pendanaan bersama Bendahara menyusun RAB serta memetakan sponsor dan donatur dari kalangan alumni, maupun donatur eksternal yang halal dan tidak mengikat.
“Seluruh rangkaian persiapan kepanitiaan ini bukan semata untuk memenangkan pertempuran satu hari. Setiap surat yang dikirim, setiap tamu yang disambut, dan setiap baliho yang terpasang adalah latihan nyata menuju misi yang jauh lebih besar, yakni menyukseskan Munas KAHMI dan FORHATI di Ranah Minang,” kata Ketua Panitia Pelantikan Zulnaidi.
Zulnaidi berharap, kepada seluruh panitia untuk bekerja maksimal dan saling mendukung antar bidang. Karena keberhasilan kerja panitia adalah suksesnya suatu acara, walaupun tidak mendapatkan pujian tapi berikanlah yang terbaik untuk organisasi. Intinya adalah kebersamaan dan kekompakan panitia dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
“Kini, seruan itu juga ditujukan kepada seluruh keluarga besar KAHMI dan FORHATI di Sumatera Barat. Setiap dukungan, sekecil apa pun, adalah bagian dari perjuangan dan sejarah yang sedang ditulis bersama. Mari rapatkan barisan, menangkan Hari-H 14 November, dan tunjukkan kepada Indonesia bahwa Sumatera Barat siap menjadi tuan rumah Munas KAHMI dan FORHATI,” pungkas Zulnaidi.
(R/AS)






















