
PADANG, forumsumbar —— Pusat Riset Kearifan Lokal (PRKL) Universitas Negeri Padang (UNP) bekerja sama dengan Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP menyelenggarakan Kuliah Umum bersama Prof Dr Valina Singka, MSi. dengan tema “Perilaku Pemilih dalam Ragam Perspektif”.
Kegiatan yang berlangsung di FIS UNP, Jumat (25/9/2026), diikuti oleh mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, serta masyarakat umum.
Prof Valina Singka, yang menjadi narasumber dikenal sebagai akademisi dan peneliti bidang ilmu politik yang banyak mengkaji persoalan pemilu, demokrasi, dan perilaku pemilih.
Dalam berbagai karya akademiknya, pemilu dipahami bukan hanya sebagai mekanisme untuk memilih wakil dan pejabat publik, tetapi juga sebagai bagian dari proses politik dan demokrasi.
Memahami Pemilih sebagai Fenomena Sosial dan Budaya
Kuliah umum ini menempatkan perilaku pemilih sebagai fenomena yang dapat dipahami dari berbagai perspektif keilmuan.
Dalam perspektif antropologi, pilihan politik seseorang tidak semata-mata berkaitan dengan pertimbangan rasional terhadap kandidat atau program politik, tetapi juga dapat berhubungan dengan nilai budaya, identitas sosial, hubungan kekerabatan, jaringan sosial, pengalaman hidup, lingkungan masyarakat, serta simbol-simbol politik.
Pendekatan tersebut penting karena masyarakat memiliki latar sosial dan budaya yang beragam. Perilaku memilih dapat terbentuk melalui interaksi sehari-hari di keluarga, lingkungan tempat tinggal, komunitas, organisasi, maupun ruang-ruang sosial lainnya.

Dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk, pemahaman terhadap perilaku pemilih juga perlu memperhatikan hubungan antara sistem pemilu dengan perilaku aktor politik dan pemilih.
Literatur tentang sistem pemilu menunjukkan bahwa desain sistem pemilu memiliki konsekuensi terhadap perilaku pemilih, partai politik, dan kandidat.
Kuliah umum ini di iringi dengan peluncuran buku Antropologi Politik karya Dr Wirdanengsih, SSos, MSi, yang merupakan dosen di FIS UNP.
Kegiatan ini juga menjadi ruang akademik untuk mempertemukan kajian antropologi politik dan ilmu politik. Melalui perspektif antropologi, politik dipelajari sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat, termasuk bagaimana masyarakat membangun makna, hubungan, kepercayaan, dan pertimbangan dalam menentukan pilihan politik.

Bagi mahasiswa, kuliah umum ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman bahwa demokrasi tidak hanya berlangsung di lembaga-lembaga formal, tetapi juga tumbuh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat upaya PRKL UNP dan Departemen Sosiologi FIS UNP dalam menghadirkan ruang akademik yang terbuka bagi pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Melalui tema “Perilaku Pemilih dalam Ragam Perspektif”, kuliah umum ini menegaskan pentingnya memahami pemilih secara lebih utuh—bukan hanya sebagai angka dalam hasil pemilu, tetapi sebagai individu dan bagian dari masyarakat yang memiliki pengalaman, nilai, identitas, serta lingkungan sosial dan budaya yang memengaruhi kehidupan politiknya.
(WN)






















