• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Kepala Daerah Belajar ke Singapura: Prof Djohermansyah Djohan: Kontradiktif dengan Narasi Efisiensi

19 Juli 2026
in Berita
Reading Time: 3min read
Views: 146
Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Prof Djohermansyah Djohan. (Foto : Dok)

JAKARTA, forumsumbar –—Di tengah seruan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran, 25 kepala daerah justru terbang ke Singapura mengikuti studi lapangan manca negara dalam rangka mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Pemerintahan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan Lemhannas.

Agenda field trip yang berlangsung 15–28 Juli itu memunculkan pertanyaan: benarkah perjalanan tersebut kebutuhan strategis untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan daerah, atau hanya mengulang tradisi studi banding yang lebih banyak menyisakan foto-foto kunjungan daripada perubahan di lapangan?

Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Prof Djohermansyah Djohan, memahami bahwa secara akademik program tersebut memang merupakan bagian dari kurikulum Lemhannas. Peserta tidak hanya mengikuti kuliah di kelas, tetapi juga melakukan field trip untuk melihat praktik pelayanan publik di negara lain.

Lihat Juga

Bupati Tanah Datar Eka Putra Hadiri Silaturahmi Akbar Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) IX Koto Jabodetabek

Bupati Tanah Datar Eka Putra Hadiri Silaturahmi Akbar Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) IX Koto Jabodetabek

19 Juli 2026
7
Kawasan CFD Padang Pariaman Dipadati Ribuan Masyarakat, UMKM Kebanjiran Rezeki

Kawasan CFD Padang Pariaman Dipadati Ribuan Masyarakat, UMKM Kebanjiran Rezeki

19 Juli 2026
42
Unisbar Wisuda 328 Wisudawan/wati, Dihadiri Walikota Pariaman Yota Balad

Unisbar Wisuda 328 Wisudawan/wati, Dihadiri Walikota Pariaman Yota Balad

19 Juli 2026
22

“Model seperti ini memang sudah lama menjadi standar Lemhannas. Ada pembelajaran teori, kunjungan lapangan dalam dan luar negeri, lalu peserta diminta menyusun action plan ketika kembali ke daerah,” katanya kepada media, Minggu (19/7/2026).

Namun, menurut mantan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri itu, persoalan sesungguhnya bukan terletak pada konsep pembelajarannya, melainkan pada pilihan lokasi dan momentum pelaksanaannya.

Bertabrakan dengan Narasi Efisiensi

Ketika pemerintah meminta seluruh instansi menghemat belanja perjalanan dinas, mengurangi kegiatan seremonial, bahkan membatasi kunjungan luar negeri, keberangkatan puluhan kepala daerah ke Singapura justru menghadirkan pesan yang kontradiktif.

“Kalau situasi sekarang sedang efisiensi, sebaiknya cukup studi di dalam negeri. Tidak perlu lagi field trip ke luar negeri,” ujar Djohermansyah.

Ia menilai banyak praktik pelayanan publik yang dapat dipelajari tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Pengelolaan sampah, layanan kesehatan, transformasi digital pemerintahan, hingga inovasi pelayanan masyarakat tersedia di berbagai daerah di Indonesia.

“Bahkan kalau membutuhkan perspektif internasional, lebih murah mendatangkan pakarnya ke Indonesia daripada membawa rombongan kepala daerah ke luar negeri,” ujar Djohermansyah.

Belajar dari Negara yang Sistemnya Berbeda

Djohermansyah juga mempertanyakan relevansi Singapura sebagai laboratorium pemerintahan daerah.

Menurutnya, Singapura tidak mengenal sistem pemerintahan daerah seperti Indonesia.

“Tidak ada bupati, walikota, camat, bahkan struktur pemerintahan daerah seperti yang kita miliki,” katanya.

Artinya, konsep pelayanan publik yang diterapkan Singapura belum tentu dapat langsung diterapkan di Indonesia karena perbedaan struktur birokrasi, kewenangan, kapasitas fiskal, hingga budaya administrasi.

“Ekosistem pemerintahannya berbeda. Yang didapat paling hanya perspektif teoritis. Ketika diterapkan di Indonesia belum tentu cocok,” terangnya.

Masalah Kepala Daerah Bukan Kekurangan Studi Banding

Bagi Djohermansyah, persoalan utama kepala daerah Indonesia saat ini bukan kurang belajar ke luar negeri.

Fakta menunjukkan operasi tangkap tangan KPK terhadap kepala daerah masih terus terjadi. Korupsi, jual beli jabatan dan pemerasan bawahan, lemahnya pelayanan publik berbasis digital, hingga rendahnya integritas belum berhasil diatasi.

“Retret sudah dilakukan. OTT tetap berjalan,” ucapnya prihatin.

Karena itu, ia mengusulkan perubahan pendekatan pembinaan kepala daerah.

Pelatihan tidak cukup hanya sekali saat awal menjabat atau berupa kunjungan singkat ke luar negeri. Pemerintah perlu membangun sistem pembinaan berkelanjutan setiap tahun selama masa jabatan kepala daerah.

“Materinya pun harus lebih membumi”, tegas Djohermansyah.

“Bukan sekadar wawasan kebangsaan, tetapi bagaimana meningkatkan pelayanan publik, memperkuat integritas, mencegah korupsi, membangun kedekatan dengan masyarakat, dan mempercepat digitalisasi pemerintahan,” tambah Djohermansyah.

Jangan Sampai Berakhir di Orchard Road

Kritik paling tajam Djohermansyah menyasar efektivitas field trip luar negeri yang selama ini menjadi tradisi berbagai lembaga.

Menurut pengalamannya sebagai pengajar, porsi kunjungan lapangan ke luar negeri sering kali sulit dipisahkan dari agenda wisata.

“Kalau field trip, biasanya porsi jalan-jalannya cukup banyak,” terangnya.

Karena itu ia mengingatkan agar pemerintah berhati-hati menjaga persepsi publik.

“Kalau memang ingin belajar serius, sekolahkan benar-benar selama sebulan penuh. Masuk kelas, belajar intensif. Jangan sekadar beberapa hari kursus lalu sisanya berkeliling,” ucapnya.

Ia bahkan menyindir kebiasaan yang kerap muncul dalam berbagai studi banding luar negeri.

“Nanti publik tinggal melihat saja, lebih banyak di ruang kelas atau di Orchard Road,” kata Djohermansyah lagi.

Sindiran itu menyentil persoalan yang lebih besar: kepercayaan publik terhadap penggunaan uang negara.

Momentum Melakukan Koreksi

Bagi Djohermansyah, pembinaan kepala daerah tetap penting. Indonesia memiliki kepala daerah yang berasal dari berbagai latar belakang—pengusaha, artis, birokrat, politisi partai, purnawirawan TNI-Polri—yang tidak semuanya memahami tata kelola pemerintahan sejak awal.

Karena itu pendidikan kepemimpinan memang diperlukan.

Namun, modelnya perlu disesuaikan dengan situasi nasional.

“Ke depan, cukup lakukan di dalam negeri. Kalau perlu pakar dari luar negeri, undang mereka datang ke Indonesia,” katanya.

Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan meningkatnya sensitivitas publik terhadap belanja negara, perjalanan belajar ke luar negeri tidak lagi hanya diukur dari banyaknya sertifikat yang dibawa pulang.

Yang jauh lebih penting adalah apakah sepulang dari sana pelayanan publik benar-benar membaik, atau sekadar koper oleh-oleh yang bertambah penuh.

(R/Wiztian Yoetri)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gebyar HAN Padang Pariaman, Bunda PAUD Ajak Wujudkan Layanan PAUD Berkualitas

Next Post

Unisbar Wisuda 328 Wisudawan/wati, Dihadiri Walikota Pariaman Yota Balad

BeritaTerkait

Bupati Tanah Datar Eka Putra Hadiri Silaturahmi Akbar Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) IX Koto Jabodetabek
Berita

Bupati Tanah Datar Eka Putra Hadiri Silaturahmi Akbar Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) IX Koto Jabodetabek

19 Juli 2026
7
Kawasan CFD Padang Pariaman Dipadati Ribuan Masyarakat, UMKM Kebanjiran Rezeki
Berita

Kawasan CFD Padang Pariaman Dipadati Ribuan Masyarakat, UMKM Kebanjiran Rezeki

19 Juli 2026
42
Unisbar Wisuda 328 Wisudawan/wati, Dihadiri Walikota Pariaman Yota Balad
Berita

Unisbar Wisuda 328 Wisudawan/wati, Dihadiri Walikota Pariaman Yota Balad

19 Juli 2026
22
Gebyar HAN Padang Pariaman, Bunda PAUD Ajak Wujudkan Layanan PAUD Berkualitas
Berita

Gebyar HAN Padang Pariaman, Bunda PAUD Ajak Wujudkan Layanan PAUD Berkualitas

19 Juli 2026
43
MD KAHMI Pariaman/Padang Pariaman Raih Juara pada Kejuaraan Fun Mini Soccer Muswil VII KAHMI Sumbar
Berita

MD KAHMI Pariaman/Padang Pariaman Raih Juara pada Kejuaraan Fun Mini Soccer Muswil VII KAHMI Sumbar

18 Juli 2026
59
Gelar Forum Lalu Lintas, Pemkab Padang Pariaman Bersama Polres Perkuat Sinergi Wujudkan Keselamatan Berkendara
Berita

Gelar Forum Lalu Lintas, Pemkab Padang Pariaman Bersama Polres Perkuat Sinergi Wujudkan Keselamatan Berkendara

18 Juli 2026
50
Next Post
Unisbar Wisuda 328 Wisudawan/wati, Dihadiri Walikota Pariaman Yota Balad

Unisbar Wisuda 328 Wisudawan/wati, Dihadiri Walikota Pariaman Yota Balad

Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,723)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,646)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,925)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,615)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,063)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,532)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (33,842)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,005)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,300)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,397)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
181
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
375
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
506
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
248
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
124
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
167
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
139
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
206
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
137

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In