
PADANG, forumsumbar —Kota Padang saat ini bergerak menjadi kota yang inovatif, termasuk di bidang pertanian. Makanya, pemerintah daerah mempersilahkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan tanah fasum (fasilitas umum) yang lahan tidur untuk dimanfaatkan bagi pertanian, sehingga berguna bagi ketahanan pangan masyarakat.
“Ini tidak lain, bagaimana pertanian di Kota Padang bisa menjadi tren, atau gaya hidup”, ujar Walikota Padang Hendri Septa Datuak Alam Batuah, saat acara Launching Kampung Tematik Ketahanan Pangan, bertempat di Masjid Muthmainnah, Jl Pasa Lalang Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Selasa (7/5/2024).
Walikota Hendri Septa mencontohkan bagaimana di luar negeri, pertanian itu bisa maju meskipun dengan lahan yang kecil.
“Belanda itu luas negaranya kecil. Hampir sama lah dengan Singapura, tetapi dengan inovasi dan teknologi di bidang pertanian, mereka bisa menguasai pasar produk-produk pertanian,” tutur Hendri Septa.
Lanjut walikota, pertanian modern itu tidak lagi membutuhkan lahan yang luas, tetapi dengan didukung teknologi, di gedung-gedung pun bisa bertani.
“Makanya kita ingin masyarakat memberdayakan lahan yang ada untuk pertanian. Saat ini, pertanian rumahan pun bisa menjadi bisnis sampingan,” tukasnya.

Kampung Tematik Ketahanan Pangan, sebut Hendri Septa lagi, merupakan salah satu program unggulan (Progul) Pemko Padang yang pelaksanaannya merupakan kolaborasi antara OPD Dinas Pertanian serta Dinas Perikanan dan Pangan.
Diungkapkan Hendri Septa, tahun 2019 luas sawah di Kota Padang itu sebesar 5.216 Ha, dimana Kecamatan Kuranji mempunyai sawah terluas kedua setelah Kecamatan Koto Tangah.
Sementara, untuk mengendalikan alih fungsi lahan dan memenuhi ketersediaan lahan untuk mendukung pangan nasional, Kota Padang menetapkan lahan sawah dilindungi sebesar 2.404,75 Ha.
“Dan lahan sawah dilindungi ini terbesar di Indonesia,” terangnya.

Hendri Septa yang akan mengakhiri jabatannya sebagai Walikota Padang pada tanggal 13 Mei ini, berpesan kepada semua agar bisa merubah paradigma yang ada, dimana ia tidak mau ini hanya sekadar seremonial saja, tetapi harus berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan benih padi dari PT Semen Padang, dan penyerahan bantuan pompa kegiatan Perluasan Areal Tamaman (PAT) dari Kementerian Pertanian, kepada puluhan Poktan (Kelompok Tani), dan KWT (Kelompok Wanita Tani) dari berbagai Kecamatan di Kota Padang.
Kemudian, Walikota Hendri Septa melakukan Pengukuhan Komisariat Daerah Duta Petani Milenial Kota Padang periode 2024-2026.
Turut hadir pada acara launching ini, Ketua Kadin Sumbar Buchari Bachter, Dirut PT Semen Padang Indrieffouny Indra, Ass II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Padang Didi Aryadi, Kepala Dinas Pertanian Padang Yoice Yuliani, Camat Kuranji, Lurah Kuranji, dan puluhan pengurus Poktan dan KWT yang menerima bantuan.
(Ika)























