
KABUPATEN SOLOK, forumsumbar —– Bakal calon legislatif (bacaleg) DPR RI termuda PKS untuk Dapil Sumbar I, Ibrahim Irwan Prayitno (Ibrahim IP) atau biasa dipanggil Ibe mulai bergerak menggali potensi suara menuju Pemilu 2024.
Ibrahim IP, biasa milenial ini disapa banyak kalangan, berkunjung ke Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok, Sabtu (24/6/2023).
Ibrahim IP, putra kandung Gubernur Sumbar dua periode (2010-2020) Prof Irwan Prayitno dan Anggota DPR RI Hj Nevi Zuairina, ke Nagari Batu Bajanjang bersama Dafri Donaldi, bacaleg DPRD Kabupaten Solok Dapil 4 dari PKS. Dimana Ibrahim IP melihat dari dekat kesenian tradisional Talempong Kayu di nagari tersebut.
Ibrahim IP terkesima menyaksikan tradisi anak nagari di sana itu. “Keren. Terus terang kesenian tradisional Talempong Kayu di Batu Bajanjang ini seperti punya magnet luar biasa untuk digelar konser seni tradisi di Sumbar. Pasti banyak turis yang ingin melihat dan mencoba memainkan Talempong Kayu ini,” ujar Ibrahim IP.
Banyak kalangan melihat kemampuan Ibrahim IP berinteraksi dengan masyarakat di nagari, menunjukkan dia telah mewariskan DNA aktivis dan politik dari kedua orangnya, Irwan Prayitno dan Nevi Zuairina.
“Sangat suka dengan kesenian tradisional. Saya bangga ada anak muda dan Allhamdulillah menjadi bacaleg DPR RI termuda yang mencintai kesenian tradisi Ranah Minang ini,” ujar Dafri Donaldi.
Talempong Kayu merupakan kesenian tradisional Minangkabau asli dari Nagari Batu Bajanjang yang terbuat dari kayu sapek dan kayu dalok.
“Setiap kayu yang dibuat menghasilkan bunyi yang berbeda-beda. Saat ini sudah ada 12 nada yang pasti tidak ada di daerah lain. Alunan bunyi menjadi musik, membuat sensasi tersendiri siapa saja mendengar dan menyaksikannya,” ujar Ibrahim IP yang tak saja mendengar, tapi juga menggali tentang Talempong Kayu itu.
Ibrahim IP berharap kesenian tradisional seperti ini bisa semakin dikembangkan di tingkat nasional dan internasional.
“Ini adalah kesenian tradisional yang unik. Kami berharap juga pentingnya regenerasi untuk menjalankan kesenian ini agar selalu dapat dikenang dan ditampilkan. Dan terpenting Talempong Kayu ke depan harus mendunia,” pungkas Ibrahim IP.
(Rel/Adr)























