
PASAMAN BARAT, forumsumbar —Sebanyak 16 Santri dari tujuh pondok pesantren (Ponpes) se Pasaman Barat, mulai Senin, 19 Juni 2023 mengikuti Musyabaqah Qira’atul Kutub (MQK) tingkat Sumbar tahun 2023.
MQK diikuti utusan 19 kabupaten/kota se Sumbar digelar di Ponpes Sumatera Thawalib Parabek Agam, Bukittinggi.
Dari sejumlah santri dari tujuh pondok pesantren se-Pasaman Barat, 4 santri dari Ponpes Darul Hadits Pasaman Barat, Beskem, Kecamatan Kinali. 2 dari Ponpes Darul Yamani Pasaman Barat di Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisir. 2 dari Ponpes Al-Muttaqin Pasaman Barat, Ujung Gading 2 dari Ponpes Subulussalam Simpang Empat, Kecamatan Pasaman. 2 dari Ponpes Darul Khairot, dua dari Ponpes Darul Mursyidin. Dan 2 santri lagi dari Ponpes Darul Muttaqin Pasaman Barat di Ujung Tanjung.
MQK selama tiga hari itu dibuka Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumbar Helmi, dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota se-Sumbar.
Dari Simpang Empat, rombongan berangkat dengan bis bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, melalui Dinas Perhubungan.
Plh Kasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Pakis) Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Ronaldi menyampaikan, Alhamdulillah pada MQK tingkat provinsi tahun ini, mengikuti seluruh cabang lomba yang ditampilkan.
Utusan Pasaman Barat ini, didampingi Rahmayanti, Khairil Hadi, dan Bakri.
“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, pelatih, pendamping, pimpinan dan majelis guru pondok pesantren serta seluruh keluarga besar Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, turut memberikan dukungan dan doanya sehingga dapat ditingkatkan di masa yang akan datang,” ujarnya.
Pimpinan Ponpes Al-Muttaqin Pasaman Barat di Ujung Gading Nasrullah Sudirman, juga berpesan kepada para kafilah untuk terus berlatih dan belajar dengan tekun untuk lebih meningkatkan kualitas ilmunya sehingga lebih berprestasi dan mencapai kesuksesan pada tingkat Nasional nantinya.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk mengejar prestasi musabaqah namun yang terpenting adalah dengan ilmu agama Islam melalui kitab-kitab tanpa baris yang dituntut dari pondok pesantren menjadikan pribadi yang berkrakter, cerdas serta beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt.” katanya.
(gmz)























