• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, April 19, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Budaya Tabuik Pariaman dan Prosesinya

25 Mei 2023
in Opini
Reading Time: 2min read
Views: 550
Nadia Nasmita Ramadan, Mahasiwa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Nadia Nasmita Ramadan

TABUIK Pariaman merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Sumatera Barat. Tabuik dari sekitar 2 abad yang lalu sampai sekarang masih dijaga kelestariannya. Tabuik Pariaman adalah perayaan yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 10 Muharram untuk memperingati kematian Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, dalam Perang Karbala.

Tabuik di Pariaman adalah perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Di hari puncak hoyak Tabuik Pariaman, lautan manusia meramaikan Kota Pariaman dari berbagai daerah, dan ada juga warga negara asing yang berkunjung saat perayaan puncak hoyak tabuik tersebut.

Lihat Juga

Literacy dan Literary

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34
Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

14 Maret 2026
70

Orang Pariaman melafalkan tabut menjadi tabuik karena dialek orang di Pariaman konsonan yang berakhiran “t” dilafalkan dengan “ik”.

Adapun asal usul nama Tabuik adalah dari bahasa Arab yaitu tabut yang bermakna peti kayu.  Contoh lain dari pelafalan orang Pariaman yaitu kabut menjadi kabuik.

Tabuik memang setiap tahun dirayakan, tetapi karena pandemi Covid-19 kemarin, 2 tahun tidak dirayakan. Dan tahun kemarin sudah dirayakan kembali. Dan tentu saja Kota Pariaman dipenuhi lautan manusia yang jumlahnya puluhan ribu.

Perayaan Tabuik di Pariaman meningkatkan perekonomian penduduk setempat, karena pada masa pandemi sangat sepi yang berkunjung ke wisata Kota Pariaman.

Tabuik Pariaman ada dua macam, yaitu; Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Awal tradisi Tabuik di Pariaman hanya ada satu yaitu Tabuik yang dari Tabuik Pasa. Sekitar tahun 1915, atas permintaan masyarakat untuk dibuatkan Tabuik lainnya dari daerah Subarang dan kesepakatan para ketua Nagari Tabuik harus dibuat dari daerah Subarang dan sampai sekarang dinamakan Tabuik Subarang.

Perayaan Tabuik dijadikan kalender pariwisata Kota Pariaman. Karena hal ini terjadilah penyesuaian puncak hoyak tabuik yaitu tidak mengharuskan pada 10 Muharram dan setiap tahunnya berubah-ubah.

Rangkaian kegiatan perayaan tradisi Hoyak Tabuik di Pariaman ini ada 7 macam rangkaian kegiatan, dari tanggal 1 Muharram sampai tanggal 10 Muharram.

Pertama, mengambil tanah. Kedua, menebang batang pisang. Ketiga, mataam. Keempat, mengarak jari-jari. Kelima, mengarak sorban. Keenam, dilanjutkan tabuik naik pangkek. Kemudian, ketujuh, di hari puncaknya yaitu hoyak tabuik, dengan membuang tabuik ke tengah laut.

Tahapan pertama, pengambilan tanah dilaksanakan pada tanggal 1 Muharram. Kedua, menebang batang pisang pada tanggal 5 Muharram. Ketiga, maatam pada tanggal 7 Muharram. Keempat, mangarak jari-jari dilanjutkan malam hari tanggal 7 Muharram.

Dan kelima, esok harinya di sambung dengan mangarak sorban.

Pada hari puncak hoyak Tabuik, keenam, dilakukan ritual tradisi naik pangkek. Setelah itu, ketujuh, dilanjutkan dengan Hoyak Tabuik. Hari puncak Hoyak Tabuik dulu biasa tanggal 10 Muharram sekarang berubah menjadi antara 10-15 Muharram dan menyesuaikan akhir pekan untuk puncak Hoyak Tabuik.

Hari puncak Hoyak Tabuik menjelang Maghrib Tabuik diarak ke tepi pantai dan dilarungkan ke laut. Tabuik yang dilarungkan ke pantai banyak masyarakat berbondong-bondong mengambil bagian-bagian Tabuik tersebut karena adanya keyakinan yang mereka percayai dan keyakinan tersebut banyak variasinya, seperti untuk penglaris usaha dagang, keyakinan ini sangat banyak yang mempercayai dan berlomba-lomba mendapatkan bagian-bagian dari Tabuik yang dilarungkan ke Laut.

Setiap tahun perayaan yang ditunggu-tunggu yaitu puncak Hoyak Tabuik selalu disaksikan sampai puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah dan luar daerah Sumatera Barat.

Tidak hanya masyarakat Sumbar saja, turis asing juga datang berkunjung dan melihat perayaan Hoyak Tabuik di Pariaman. Semua jalan di Kota Pariaman menjadi padat dan mengalami kemacetan parah, terutama di jalan di tepi pantai, tepatnya di Pantai Gandoriah menjadi tempat titik pusat perayaan Hoyak Tabuik ini. *)

Penulis adalah Mahasiwa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Andalas (Unand)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Timsel Bawaslu Wilayah IV Sumbar Kunjungi Pasaman Barat

Next Post

Bacaleg Partai Ummat Rahmi Gustina Prihatin di DPRD Bukittinggi Hanya 8% Keterwakilan Perempuan

BeritaTerkait

Literacy dan Literary
Opini

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat
Opini

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34
Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental
Opini

Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

14 Maret 2026
70
Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’
Opini

Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’

4 Maret 2026
24
The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar
Opini

The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar

1 Maret 2026
45
Satu Tahun Bupati JKA: Kebudayaan Sebagai Jalan Pembangunan
Opini

Satu Tahun Bupati JKA: Kebudayaan Sebagai Jalan Pembangunan

20 Februari 2026
20
Next Post
Bacaleg Partai Ummat Rahmi Gustina Prihatin di DPRD Bukittinggi Hanya 8% Keterwakilan Perempuan

Bacaleg Partai Ummat Rahmi Gustina Prihatin di DPRD Bukittinggi Hanya 8% Keterwakilan Perempuan

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,248)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,447)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,579)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (33,065)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,531)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,021)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,957)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (27,984)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (26,904)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (24,033)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
154
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
334
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
489
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
228
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
114
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
147
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
127
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
189
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
123

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In