
PASAMAN BARAT, forumsumbar— Mulai Selasa, 21 Februari 2023, bimbingan manasik haji tahun 1444 H/2023 di Kabupaten Pasaman Barat dimulai di dua lokasi.
Manasik haji pertama di Masjid Taqwa Saroha, Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang. Lokasi kedua di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Beremas, Air Bangis.
Pembukaan manasik haji di Ujung Gading, dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Muhammad Nur, didampingi Pengacara Zakat Wakaf Asriwan. Lokasi kedua di KUA Sungai Beremas, dibuka Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Suharjo.
Di KUA Kecamatan Sungai Beremas, yang mengikuti bimbingan manasik haji dan dilaksanakan dua kali pada setiap minggunya diikuti calon haji dari Kecamatan Sungai Beremas sebanyak 16 orang dan dari Parit Koto Balingka sebanyak 2 orang.
Plt Kepala KUA Sungai Beremas Erianto pada kesempatan itu menjelaskan, sesuai jadwal yang ditetapkan, setelah kegiatan manasik haji perdana hari Selasa, 21 Februari 2023 dilaksanakan, maka kegiatan yang selanjutnya dilakukan hari Kamis.
Berikut jadwal dan materi yang dilampirkan selama manasik haji dilakukan. Hari Selasa, 21 Februari 2023, sebagai hari perdana, dengan materi kegiatan, pembukaan.
“Selanjutnya Kamis, Selasa, Kamis, sampai hari Kamis, tanggal 16 Maret 2023, sekaligus sebagai hari terakhir (penutupan) kegiatan manasik mandiri di tahun 1444 H/2023 ini,” terangnya.
Selain acara pembukaan dan penutupan, tambah Erianto, materi yang akan disampaikan para tutor atau pemateri adalah ibadah haji dan umrah bersama praktek ibadah.
“Kita berharap, selama berlangsungnya manasik haji, setiap calon jemaah bisa mengetahui apa saja yang dilaksanakan selama masing-masing jemaah melaksanakan perjalanan ibadah haji di tanah suci”, tambahnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Muhammad Nur, saat membuka manasik haji di Ujung Gading mengakui, walau pemberangkatan calon jemaah haji ke tanah suci, setelah Indonesia dilanda pandemi Covid-19, namun pemberangkatan calon jemaah haji ke tanah suci sudah dimulai.
Pemberangkatan jemaah tahun 2022, ulasnya, atas permintaan pemerintah kerajaan Arab Saudi, jumlah jemaah yang berangkat masih setengah dari biasanya. Pada tahun ini, jumlah jemaah telah maksimal, yaitu dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
“Kami yakin dan percaya, jauh-jauh hari sebelum, informasi untuk pelunasan bagi setiap calon jemaah, telah melaksanakan program bimbingan manasik haji. Namun, karena terjadinya pengunduran waktu pemberangkatan tahun 2020 dan 2021 lalu. Secara kelembagaan, pihaknya terpanggil dan bertanggung jawab memberikan bimbingan manasik kepada setiap calon jamaah”, tambah Muhammad Nur, mengakhiri.
(gmz)























