
PADANG, forumsumbar —Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau (YPKM) akan menggelar dua acara sekaligus, yakni; Orasi Kebudayaan, Kamis (22/12/2022), bertempat di Hotel Truntum Padang, dan kemudian Seminar Kebudayaan, Jumat (23/12/2022), bertempat di Convention Hall, Unand, Limau Manis Padang.
Hal itu disampaikan oleh pengurus YPKM dalam jumpa persnya, Rabu (21/12/2022), di Hotel Truntum.
Hadir dalam acara jumpa pers tersebut Prof Nursyirwan Effendi yang merupakan Sterring Committee (SC) Kongres Kebudayaan, Wakil Ketua II YPKM Hasril Chaniago dan Dian Anggraini Oktavia.
Dua acara yang akan dilaksanakan ini merupakan rangkaian kegiatan dari acara Kongres Kebudayaan yang digagas oleh YPKM yang telah di-launching 9 Agustus 2022 lalu, dimana rencananya nantinya akan mengundang kepala negara; Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei.
Adapun Orasi Kebudayaan, Kamis di Hotel Truntum, akan disampaikan oleh Hilmar Faris, selaku Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek, dengan tajuk “Kebudayaan Sebagai Modal Pembangunan Nasional dan Public Goods”.
Sementara Seminar Kebudayaan, Jumat di Convention Hall Unand, akan menghadirkan beberapa tokoh nasional dan lokal Sumbar. Di antaranya Irman Gusman (Ketua DPD RI Periode 2009-2016), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan RI), Arcandra Tahar (Komut PT PGN), dan Fadli Zon (Tokoh Kebudayaan Nasional/Anggota DPR RI).
Seterusnya ada Gubernur Sumbar Mahyeldi, Yasnidar Wahab (Tokoh Perempuan Minang), Gumilar Rusliva Soemantri (Mantan Rektor UI), Yus Dt Parpatiah (Budayawan Minang) dan Prof Nursyirwan Effendi sendiri yang merupakan Guru Besar Antropologi Unand.
Menurut Prof Nursyirwan, terlaksananya Orasi dan Seminar Kebudayaan yang digelar YPKM ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan sensitivitas para pembuat kebijakan kebudayaan dalam berbagai agenda pembangunan.
“Kebudayaan Indonesia harus ditempatkan sebagai bahan dasar, modal dan kekuatan bagi kebijakan pembangunan di sektor-sektor strategis. Hal ini karena Indonesia adalah negara dengan kemajemukan budaya yang tidak ada bandingnya di dunia,” ujar Prof Nursyirwan.
Kemudian, Hasril Chaniago menyampaikan bahwa Kongres Kebudayaan yang akan diangkatkan merupakan sumbangsih orang Minangkabau terhadap bangsa dan negara, yakni bagaimana menata peradaban baru menuju Indonesia Emas 2045.
Hasril menyebutkan YPKM diinisiasi dari berbagai elemen masyarakat yang berbasiskan kebudayaan. “Mulai dari akademisi, media, pakar budaya, dan mereka yang ingin menggaungkan kebudayaan sebagai landasan kebijakan dan regulasi pemerintahan,” ujar wartawan senior ini.
Selain Prof Nursyirwan, Hasril Chaniago dan Dian Anggraini Oktavia, di kepengurusan YPKM terdapat nama-nama; Irman Gusman (Ketua Dewan Pembina YPKM), Shofwan Karim (Ketua Umum YPKM), serta Prof Musliar Kasim (Presiden Kongres Kebudayaan), Insannul Kamil (Ketua OC Kongres Kebudayaan), dan banyak lainnya.
(Rel/monsis)























