PADANG, forumsumbar —Mengawali musim panen tahun ini, Sumbar berhasil mengekspor 58,9 ton manggis dengan nilai Rp21,1 miliar. Pengiriman dilakukan dengan frekuensi sebanyak 33 kali pengiriman.
Menurut Kepala Karantina Pertanian Padang, Eka Darnida Yanto, ekspor tersebut menggenapkan eksportasi produk hortikultura dari Sumbar sejak Januari hingga Oktober 2019 menjadi 115,6 ton. “Terjadi peningkatan signifikan dibanding total ekspor pada periode yang sama di tahun 2018 yang hanya 59,7 ton. Dua kali lipat,” katanya, seperti dilansir detik.com, Minggu (3/11).
Ia menyebutkan, berdasarkan data sistem automasi perkarantinaan, IQFAST, negara China menjadi tujuan utama pasar ekspor komoditas ini. Selain itu, Hong Kong, Perancis, Malaysia, Taiwan dan Singapura juga menjadi langganan tetap manggis Sumbar.
Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian untuk melakukan gerakan masif ekspor dan investasi di bidang pertanian. Mengemban fungsi sebagai fasilitator perdagangan produk pertanian, Badan Karantina Pertanian lakukan berbagai terobosan layanan ekspor cepat.
Untuk manggis, Pemprov Sumbar telah menetapkan 8 kabupaten dan kota sebagai sentra, masing-masing adalah Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Sijunjung, Padang Pariaman, Agam dan Kota Padang. (NN)
sumber : detik.com























