PESISIR SELATAN, forumsumbar —Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Hendrajoni sangat paham sekali soal manfaat keterbukaan informasi publik. Apalagi sebelum jadi bupati, Hendrajoni merupakan anggota Polri yang sudah terbiasa menemukan yang disembunyikan dalam suatu kasus.
“Terbuka saja, jangan disembunyikan dan ditutup-tutupi. Apalagi soal anggaran yang sumber uangnya dari rakyat. Ingat, tidak transparan tunggu sajalah jerat hukum dan bersiaplah pindah tidur di balik jeruji penjara,” ujar Hendrajoni saat membuka Rakor PPID dan Bimtek Pemilihan PPID Pembantu Terbaik 2019 se-Pemkab Pessel, di Painan Convention Center (PCC), Senin (7/10).
Sementara, Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar Adrian Tuswandi menilai, apa yang disampaikan Bupati Hendrajoni itulah sebagai inti dari keterbukaan informasi publik.
“Beruntung Pessel punya bupati Pak Hendrajoni, yang sangat paham terhadap arti penting keterbukaan, karena transparansi anggaran adalah kunci sebuah badan publik itu terbuka atau tidak,” ujar Adrian pada penyampaian materi di Rakor tersebut dengan tema “Pilihan Badan Publik, Terbuka atau Sengketa”.
Menurut Kadis Kominfo sekaligus PPID Utama Pemkab Pessel Junedi, komitmen dan konsistensi Bupati Hendrajoni tidak disangsikan lagi. “Kami bangga, dan ini menjadi pemicu bagi semua aparatur yang mengurus soal pengelolaan dan pelayanan keterbukaan informasi publik,” ujar Junedi.
Wakil Ketua KI Sumbar Nofal Wiska yang ikut hadir memberikan materi dengan tema “Mengoptimalkan Layanan Informasi Publik Melalui PPID” mengatakan, tahun ini ujian bagi PPID Utama apakah bisa mempertahankan keunggulannya menjadi juara bertahan atau tidak.
“Sebetulnya tidak ada lagi alasan bagi PPID di Pessel untuk tidak mampu mengelola dan melayani keterbukaan informasi publik. Punya bupati yang berkomitmen terhadap keterbukaan informasi publik. Lalu PPID secara berkala terus meng-upgrade daftar informasi publiknya, walau anugerah keterbukaan informasi di Sumbar, empat kali digelar tidak kenal juara bertahan,” ujar Nofal.
Meski sudah menjadi yang terbaik di 2018, Hendrajoni tidak diam, malah makin kencang untuk memperkuat keterbukaan informasi publik. Peningkatan DIP Pemkab Pessel dan PPID Utamanya selalu memperkuat PPID Pembantu untuk membangun sinergitas keterbukaan informasi publik di negeri sejuta pesona itu.
“Tapi harus ditingkatkan terus karena jadi terbaik anugerah keterbukaan 2018, itu harus siap mempertahankan. Siapkah saudara semua?” ujar Hendrajoni, dijawab siap oleh 150 peserta yang hadir pada rakor tersebut.
Prinsip keterbukaan informasi dibangun PPID Utama Pessel yaitu Cetar.
Cepat Tepat dan Akurat itu yang diharapkan, sebab kata Hendrajoni keterbukaan informasi jangan bertahan dari biasa dikira benar.
“Zaman sudah berubah biasa belum tentu benar. Kalau benar lanjutkan kalau tidak hentikan dan ubah. Harus transparan jangan disuruak-suruakkan (disembunyi-sembunyikan) karena akan dikejar oleh banyak pihak. Kalau kita terbuka tak perlu dikejar lagi oleh penegak hukum dan publik percaya pula. Anggaran OPD itu buka saja jangan diumpetin. Justru diumpetin pasti ada penyimpangan. Polisi dan jaksa akan uber itu, tunggu saja jeruji besi menanti siapa pejabat yang tidak terbuka soal anggaran,” ujarnya.
Kalau tidak ada berada tak mungkin tempua bersarang rendah. “Jadi buka saja semuanya. Bukan uang kita, uang rakyat kok. Saya tekankan transparan saja lah dengan anggaran itu, ya” ajaknya. (Rel)






















