JAKARTA, forumsumbar —Ikatan Kekeluargaan Kabupaten Pasaman (IKKP) ikut berpartisipasi dalam kegiatan “badoncek” untuk para perantau Minang korban kerusuhan di Wamena Papua. Dalam acara yang digelar di Jakarta tersebut, bantuan IKKP diserahkan oleh Kholad Nasution, bakal calon Bupati Pasaman yang sehari-hari menetap di Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Kendati Bupati Pasaman Yusuf Lubis dan Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama tidak hadir di acara tersebut, tapi keberadaan masyarakat Pasaman dalam kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno itu terwakili oleh kehadiran Kholad Nasution bersama sejumlah pengurus IKKP. Dalam acara itu tidak kurang terkumpul dana sebanyak Rp3 miliar. Sejumlah kepala daerah dari Sumbar tampak hadir seperti Wali Kota Solok dan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi.
“Ini wujud kepedulian masyarakat Pasaman yang tergabung ke dalam IKKP untuk ikut membantu saudara-saudara kita di tanah rantau yang lagi dihadapkan dengan masalah,” kata Kholad usai menyerahkan sumbangan dari IKKP.
Kholad berharap semoga bantuan ini mampu meringankan beban persoalan yang sedang dihadapi oleh dunsanak-dunsanak perantau Minang korban kerusuhan Wamena.
Informasi yang diterima menyebutkan, bantuan perantau Minang untuk Wamena meningkat tajam dalam semalam menjadi Rp3,1 miliar setelah Pemprov Sumbar menginisiasi acara “badoncek“, penggalangan dana dari masyarakat perantau Minang di Jakarta dan sekitarnya serta pemerintah kabupaten / kota di Sumbar. “Alhamdulillah, kepedulian warga Sumbar di kampung dan di rantau sangat terlihat. Dalam semalam bantuan terkumpul Rp3,1 miliar,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Rabu (2/10), seperti dikutip di laman covesia.com.
Gubernur Irwan sangat mengapresiasi dan berterimakasih terhadap kepedulian masyarakat Sumbar tersebut dan berharap bantuan itu bisa meringankan beban perantau di Wamena. Menurutnya, bantuan yang terkumpul itu beragam. Ada yang datang dari perorangan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan ada dari pemerintah daerah.
Dari organisasi seperti Gebu Minang, Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok, Indo Jalito, Ikatan Warga Gadut, Masjid Jamik Fatahillah Blok B Tanah Abang. Kemudian Alumni SMP Sawahlunto, Ustadzah Peduli Negeri, Hotel Balairung, IKMBS Bekasi dan Sekitarnya, IKPS, Ikatan Keluarga Rao-Rao dan Bank Nagari. Sementara dari pemerintah daerah di antaranya Kabupaten Tanah Datar, Kota solok, Kota Payakumbuh.
Sebelum “badoncek” semua tokoh yang hadir mendengarkan paparan kondisi perantau di Wamena dan keinginan mereka lebih dari 1000 orang yang ingin pulang ke kampung halaman. Alternatif yang dimiliki menurutnya adalah menggunakan kapal laut karena jika menggunakan pesawat anggarannya luar biasa besar. (Zul)























