SOLOK SELATAN, forumsumbar —Sebanyak 2890 penari piring, Minggu (22/9) pagi di Padang Aro Kabupaten Solok Selatan (Solsel), berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Acara yang digagas Kapolres Solsel AKBP Imam Yulisdianto itu, disaksikan langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal yang sedang melakukan kunjungan kerja di Solsel.
Tarian kolosal tersebut melibatkan pelajar SMP dan SMA se-Solsel, dan berhasil memecahkan rekor MURI itu untuk kategori pergelaran penari terbanyak. Piagam Rekor MURI diterima langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Fakhrizal dan sang inisiator pergelaran Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto. Piagam dari MURI diserahkan Senior Manager MURI Triono.

Ramainya penari membuat jalanan dari dua sisi perempatan Simpang Padang Aro, baik dari arah Muara Labuh maupun dari arah Kabupaten Kerinci Jambi menjadi ramai. Sekitar masing-masing satu kilometer tiap sisi badan jalan dipenuhi penari piring milenial. Mereka menggunakan penutup kepala dari kain panjang menyerupai tanduk kerbau, memakai kain kamban dan memakai sepasang piring untuk menari.
Kapolda Irjen Fakhrizal mengatakan, pergelaran tari piring dengan jumlah penari terbanyak sengaja diadakan untuk mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan. “Sekaligus, memperkenalkan Nagari Saribu Rumah Gadang dan beberapa objek wisatanya ke dunia luar,” sebutnya.
Diharapkan Jenderal Bintang Dua itu, kegiatan pergelaran tari piring ini mampu mengangkat nama Sumbar dan menjadi promosi untuk Solsel. Ini merupakan upaya kita untuk melestarikan adat budaya Minangkabau,” katanya.
Fakhrizal yang dijuluki ‘Kapolda Ninik Mamak’ itu mengingatkan agar kegiatan ini tidak terhenti sampai dicatatkan di rekor MURI saja. “Pelestarian budaya ini, diharapkan terus berlanjut ke depannya,” katanya. (Rilis)























