PADANG, forumsumbar —Untuk memperkaya dan mempertajam program-program unggulan yang telah dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan Audy Joinaldy, Selasa (9/3), Universitas Andalas (Unand) mengadakan diskusi bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi, di Convention Hall Unand, kampus Limau Manis Padang.
Terbetik dalam diskusi yang bertema “Arah Pembangunan Sumatera Barat ke Depan” tersebut, Unand sebagai perguruan tinggi yang tertua dan terbesar di Sumbar, siap untuk mendukung apa yang menjadi program-program Gubernur Mahyeldi ke depan.
Disampaikan Rektor Unand Prof Yuliandri, Unand dengan segala potensi yang dimilikinya siap membantu Gubernur Mahyeldi di dalam membangun Sumbar.
“Di Unand itu ada 147 orang guru besar dan 631 orang doktor, dan ditambah dengan belasan fakultas-fakultas, yang siap membantu dan bekerjasama dengan Pemprov Sumbar,” ujar Prof Yuliandri.
Lebih lanjut Prof Yuliandri menyebutkan, mudah-mudahan diskusi bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi, yang kebetulan merupakan alumni Fakultas Pertanian Unand, bisa menjadi bahan, atau acuan, bagi Pemprov Sumbar untuk membangun daerah.
Sementara itu, Gubernur Mahyeldi menyampaikan dalam diskusi tersebut, bahwa suppor yang telah diberikan oleh Unand selama ini dapat berlanjut ketika ia sekarang telah menjadi gubernur. “Saya berharap kerjasama ini, dari kemarin, hari ini dan yang akan datang tetap berjalan,” ujarnya.
Dalam pembangunan ke depan, lanjut Gubernur Mahyeldi, skala prioritas tetap sektor pertanian. Dimana akan ada gerakan untuk meningkatkan pendapatan petani. “Kita sedang siapkan Pergub, dimana tanah-tanah masyarakat yang terlantar akan dimaksimalkan, dengan dibantu pemerintah nantinya,” kata Mahyeldi.
Kemudian sektor pariwisata, akan dikembangkan lagi menjadi wisata dunia. “Ada geopark yang perlu diangkat lagi, seperti Silokek di Sijunjung. Dan juga potensi wisata di Kabupaten Solok yang sangat indah, dengan danau, gunung dan kebun teh,” ujar Mahyeldi.
Sesuai dengan kewenangan provinsi, pendidikan menengah akan disesuaikan dengan karakteristik daerah kabupaten / kota. “Misalnya di Sijunjung akan kita prioritaskan pembukaan SMK Pariwisata, sementara di Pesisir Selatan, SMK Pertanian,” imbuh Mahyeldi.
Mengenai jalan tol Padang-Pekanbaru yang beredar kabar dihentikan oleh pelaksananya PT Hutama Karya (HK), disampaikan gubernur bahwa Sumbar punya waktu sampai Juli untuk membebaskan lahan. “Mudah-mudahan, kalau semua tuntas, tahun 2022 jalan tolnya sudah siap,” katanya.
Jalan tol, sebut Mahyeldi, sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi Sumbar. Di samping mempersingkat waktu tempuh, juga sangat penting bagi logistik, keluar masuk barang.
Turut hadir dalam diskusi Unand dengan Gubernur Mahyeldi itu, Wakil Rektor, Dekan-dekan, dan mantan Rektor Unand, Musliar Kasim dan Tafdil, serta para alumni, seperti Shadiq Pasadique, Syafitri, Sukri Umar, Adrian Tuswandi, Ilhamsyah Mirman, Wirda Nengsih dan banyak lainnya.
(Ika)






















