PADANG, forumsumbar —-Masih ribut soal pendataan dan verifikasi data penerima bantuan langsung tunai masyarakat terdampak virus corona (Covid-19) membuat ratusan ribu warga berkemampuan rendah semakin memprihatinkan.
“Kami patuah jo PSBB ko pak, tapi paruik jo dapua kami indak nio manarimo nyo doh pak, nan bantuan kewajiban pemerintah alun juo sampai lai,” ujar seorang warga di Tarandam Padang yang mengeluh karena kondisi kehidupan saat ini, akibat PSBB yang diberlakukan pemerintah.
Menyaksikan fakta miris kehidupan masyarakat di Sumbar, khusus Kota Padang itu, yang belum dapat bantuan, sementara ekonominya terdampak gara-gara wabah vorus corona, Irjen Pol Fakhrizal yang saat jadi Kapolda Sumbar dulu dikenal sebagai ‘Jenderal Niniak Mamak’ tidak tinggal diam.
“Memang kondisi ini merata di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Tapi apakah kita biarkan terjadi, tentu tidak. Saatnya jiwa gotong royong dan kesetiakawanan orang Minang dipertaruhkan. Ayo bantu sanak saudara yang teraniaya karena dampak pandemi virus corona ini,” ujar Fakhrizal, yang sejak larangan pulang kampung dikeluarkan dulu hingga hari ini tetap bertahan di rantau Jakarta.
“Tidak usah kita saling salah menyalahkan, saling kecam mengecam, di kondisi sekarang ini yang dibutuhkan ayo turun, bisa sato sakaki bisa lebih untuk ringankan saudara kita,” ujarnya.
Hari ini 10 ton beras untuk bantu masyarakat Kota Padang yang terdampak ekonominya, terutama pekerja sektor informal.
“Siap dibungkus per 10 Kilogram. Insyaallah besok dibagikan ke masyarakat kurang mampu dan terdampak karena wabah corona ini,” ujar Sahabat Fakhrizal, Syahrial Koyal, Minggu (26/4).
Irjen Fakhrizal berharap 1000 paket beras isi 10 Kg tentu dunsanak yang menerima bisa memanfaatkannya. “Semoga bermanfaat bagi dunsanak ambo di Padang,” ujar Fakhrizal.
Fakhrizal mengakui menghadapi wabah Covid-19 butuh kerjasama dan kekompakan semua stakeholder dan masyarakat.
“Kondisi ini entah kapan berakhirnya, belum diketahui pasti. Lambat atau cepat Covid-19 teratasi hanya satu cara yakni patuhi protokol kesehatan. Tapi dampak mematuhi itu tentu terjadi kemerosotan ekonomi. Saat ini penurunan pendapatan terjadi, sekaligus peningkatan konsumsi rumah tangga dalam menjaga diri dan keluarga di rumah dari corona,” ujar Fakhrizal.
Sehingga itu kekompakan dan semangat gotong royong dan kesetiakawanan menjadi kunci membantu warga pekerja informal mematuhi stay at home untuk mengikis penyebaran virus corona ini.
“Ayo, kita mesti bergotong royong membantu masyarakat terdampak corona. Dengan bersama-sama kita pasti bisa,” ujarnya.
Fakhrizal tetap berharap masyarakat Kota Padang khususnya, dan Sumbar umumnya, untuk ikuti aturan pemerintah dan MUI sebagai ulil amri. Seperti, beraktivitas dan beribadah dari rumah.
“Mari kita tingkatkan iman dan imun selama Ramadan di pandemi ini. Semoga Covid-19 ini segera berlalu. Aamiin,” ujar Fakhrizal.
Sampai Senin besok Irjen Pol Fakhrizal terus menebar kepedulian selama pandemi virus corona kepada masyarakat di Sumbar. Mulai ribuan masker dan hand sanitizer, lalu 2500 paket sembako. Besok dibagi 10 ton beras untuk 1000 warga di Padang.
(Rel/Ad)























