Di Sumbar, PAN Kultural Siapkan Karpet Merah untuk Partai Baru Amien Rais

PADANG, forumsumbar —Politisi senior yang juga pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Prof Amien Rais melalui pesan videonya yang diunggah di channel YouTube, Kamis (10/9), telah mengumumkan bakal didirikannya partai baru dengan mengusung azas Islam rahmatan lil alamin.

Kemunculan Amien Rais tersebut, menurut H Rizal Ramon, salah seorang inisiator PAN di Sumbar, telah menghilangkan keraguan-raguan di tengah-tengah masyarakat, khususnya Sumbar.

“Adanya video singkat Pak Amien itu, yang menerangkan bahwa memang akan didirikannya partai baru disambut antusias di Sumbar,” ujar Pak Haji, demikian ia akrab dipanggil, Minggu (13/9).

Menurutnya, yang paling antusias itu dan telah mulai bergerak semenjak adanya selentingan kabar Amien Rais bakal mendirikan partai baru itu adalah orang-orang PAN kultural.

“PAN kultural itu mereka yang pernah menjadi inisiator dan pengurus PAN sejak tahun 1998, ada yang masih bertahan dan ada pula yang sudah keluar dari PAN karena sesuatu hal, tetapi mendengar Pak Amien mendirikan partai baru, mereka bersemangat,” ujar Rizal.

Dulunya, kata Rizal, PAN kultural ini masuk partai karena adanya sosok Amien Rais. Mereka itu sebagian besar merupakan kader-kader Muhammadiyah, dan para pengagum Amien Rais.

“Sepertinya semangat saat pendirian PAN di awal-awal reformasi itu akan muncul lagi, yakni penuh semangat, ikhlas berjuang, dan rela berkorban,” ujar Rizal yang pernah menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Kepulauan Mentawai itu.

Lebih lanjut disampaikan Rizal bahwa kalau bicara PAN itu ya Amien Rais. Jadi, katanya, salah besar kalau PAN tidak menghargai pendiri partai yang mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

“Khusus di Sumbar karena merupakan basis Muhammadiyah, rasanya partai baru Pak Amien tidak akan susah untuk berkembang,” tukas Rizal.

Sebagaimana diketahui semenjak Kongres PAN di Kendari yang memilih kembali Zulkifli Hasan menjadi Ketua Umum DPP PAN untuk kedua kalinya telah membuat PAN terpecah.

Amien Rais yang saat itu mendukung Mulfachri Harahap menilai Zulkifli Hasan telah melenceng dari garis-garis partai. Karena tidak ada titik temu terhadap konflik yang ada, akhirnya Amien Rais berniat mendirikan partai baru.

(Ika)