• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, Mei 14, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Eksistensi Etnomedisin Tataguan pada Masyarakat Nagari Tandikek Barat Kabupaten Padang Pariaman

22 April 2024
in Artikel
Reading Time: 4min read
Views: 773
Fajri Frayoga, Mahasiswa Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. (Foto : Dok)

Oleh: Fajri Frayoga
(Mahasiswa Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

ETNOMEDISIN adalah sebuah kajian yang berusaha untuk mengungkapkan pengetahuan mengenai pengobatan yang digunakan oleh sebuat etnik. Selain itu etnomedisin juga mengungkap berbagai cara yang etnik tersebut lakukan untuk menjaga kesehatannya.

Tulisan berikut ini akan membahas sebuah etnomedisin yang ada pada etnik Minangkabau.

Lihat Juga

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

16 April 2026
33
Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
62
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
50

Minangkabau terkenal dengan suku bangsa yang adat dan budaya masih terbilang kental terutama di daerah perdesaan. Tetapi yang dibahas di dalam artikel ini bukanlah adatnya melainkan pengobatan tradisional yang masih bertahan sampai sekarang ini.

Salah satunya di daerah Kabupaten Padang Pariaman, tepatnya di Nagari Tandikek, yang terletak di Kecamatan Patamuan dan di sini masih banyak pengobatan tradisional yang masih eksis di kalangan masyarakat.

Kekurangan klinik pengobatan mungkin bisa menjadi salah satu faktor masyarakat daerah ini masih mempercayai pengobatan tradisional yang sudah ada sejak dahulu.

Nama pengobatan tradisional yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah tataguan. Tataguan adalah pengobatan tradisional yang menggunakan kunyit atau bawang merah tunggal (tidak beranak) untuk mengobati penyakit ringan seperti demam dan panas tinggi yang dinamakan sakik tasapo.

Dipercayai penyakit ini disebabkan oleh gangguan makhluk tak kasat mata dikarenakan telah mengganggunya walau tanpa disengaja. Tidak semua orang bisa melakukan pengobatan tataguan ini.

Tataguan ini hanya bisa dilakukan beberapa orang di setiap kampung, karena dalam managuan ada sebuah mantra yang dibacakan pada kunyit atau bawang merah tersebut.

Tata cara dalam tataguan ini ada 5 tahap. Yang pertama adalah membelah kunyit menjadi 6 bagian atau 3 buah bawang merah tunggal (tidak beranak) dibelah dua sehingga menjadi 6 potong. Bawang merah digunakan sebagai pengganti jika memang benar-benar tidak ada kunyit.

Tahapan kedua adalah mengambil dua potong kunyit atau bawang dan menyatukannya lalu mendekatkannya ke mulut sambil membaca mantra yang dibaca pelan.

Tahapan ketiga setelah membacakan mantra pada kunyit atau bawang tersebut adalah manyambue, atau menyemburkan sedikit ludah kapada kunyit atau bawang tersebut sebanyak 3 kali semburan.

Tahapan keempat adalah memutarkan kunyit atau bawang tersebut ke arah depan lalu melambungkannya ke atas. Hanya kunyit atau bawang yang terlentang diambil sedangkan kunyit atau bawang yang telungkup dibuang.

Keempat tahapan ini diulangi sebanyak 3 kali karena sesuai jumlah kunyit yang dipotong tadi.

Tahapan terakhir,, atau kelima adalah mengambil semua kunyit yang terlentang dan membacakan mantra selanjutnya kepada kunyit atau bawang tersebut kemudian baru diberikan kepada orang meminta tataguan.

Cara memakai tataguan juga tidak sembarangan tetapi juga harus sesuai aturannya.

Kunyit, bahan dasar tataguan. (Foto : Dok)

Berikut cara menggunakan tataguan; diawali dengan mengusapkan kunyit atau bawang ke kening. Pada telinga sebelah kanan lanjut ke telinga sebelah kiri. Pada pundak sebelah kanan lanjut ke pundak sebelah kiri. Pada siku sebelah kanan dan lanjut punggung tangan sebelah kanan.

Kemudian, pada siku sebelah kiri dan lanjut punggung tangan sebelah kiri. Pada lutut sebelah kanan lanjut punggung kaki sebelah kanan. Pada lutut sebelah kiri lanjut punggung kaki sebelah kiri.

Yang perlu diingat saat memakai tataguan ini mengusapkan kunyit atau bawang harus mengarah ke bawah. Jika mengusapkan ke atas dipercayai penyakitnya tidak akan sembuh, bahkan kalaupun sembuh nanti penyakitnya akan berbalik lagi.

Saat memakai tataguan ini kalau kunyit atau bawangnya terlepas dari tangan kita dan jatuh maka tidak boleh dilanjutkan memakainya. Meskipun kunyit atau bawangnya tersebut jatuh ke atas baju atau kain dan tidak menyentuh lantai maka tetap tidak diperbolehkan melanjutkan memakai tataguan itu dan dianjurkan untuk membuangnya.

Saat membuang tataguan ini perlu juga diucapkan kalimat “campak-an pinyakik (nama orang yang sakit) jauah-jauah (buang penyakit (..) jauh-jauh) dan kunyit atau bawang dibuang keluar dari pintu rumah.

Biasanya tataguan ini akan mulai terasa efeknya setelah beberapa jam pemakaian jika penyakitnya demam ringan. Tetapi kalau demamnya terlalu tinggi maka akan ditambah dengan obat lain seperti, air kelapa tua yang sudah tumbuh dan kemudian dicampur dengan telur ayam kampung. Hanya bagian kuning telurnya yang diambil kemudian dikocok seperti cara pembuatan teh talue (teh telur). Obat yang satu ini juga terkenal ampuh untuk mengatasi demam tinggi.

Tataguan ini tidak ada bedanya antara anak-anak dan orang dewasa. Jumlah kunyit atau bawang yang digunakan tetap sama dan cara pemakaiannya juga tetap sama.

Masyarakat Tandikek lebih memilih pengobatan tradional ini daripada obat dokter dikarenakan tataguan ini tidak memakan banyak biaya. Orang yang managuan tidak mematokkan harga untuk managuan orang. Ia menerima berapapun yang dikasih karena kepercayaannya memang tidak boleh dipatokkan. Bahkan ia akan memberikannya secara gratis kepada orang yang ia segani atau yang akrab dengannya.

Pada pemakaian tataguan ini juga lebih efektif dibandingkan obat dokter atau bidan. Karena tataguan hanya perlu diusapkan pada anggota tubuh dan tidak perlu diminum. Tataguan ini juga bisa diwakilkan pemakaiannya. Jika yang sakit jauh dari rumah sehingga tidak bisa pulang, maka tataguan ini dipakai oleh orang tua atau saudara dari orang yang sakit. Tetapi saat pemakaian tataguan harus diniatkan kepada orang yang sakit agar mendapat kesembuhan.

Alasan penulis sendiri menulis artikel ini, karena Almh. ibu penulis sendiri adalah orang yang bisa melakukan pengobatan tataguan ini. Sejak penulis kecil jika demam jarang dibawa ke bidan dan selalu diobati dengan tataguan ini. Penulis sendiri tidak sepenuhnya percaya dengan tataguan ini.

Penulis juga tidak meminta pembaca untuk mempercayai tataguan. Karena kita harus tetap yakin bahwa penyakit itu datangnya dari Allah dan disembuhkan juga oleh Allah. Tetapi tidak ada salahnya kita berikhtiar untuk kesembuhan. Karena pengobatan tradisional itu sudah lama berkembang dan mungkin benar kunyit atau bawang tersebut bisa menyembuhkan penyakit. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Perbaiki Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Tanah Datar Dapat Kucuran Dana IJD Rp125 Miliar

Next Post

Pengobatan Tradisional Minangkabau dengan Memanfaatkan Tanaman Daun Jarak Sebagai Pengobatan Pada Penyakit Demam Tinggi di Kenagarian Paraman Gadang Kecamatan Patamuan

BeritaTerkait

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini
Artikel

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

16 April 2026
33
Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial
Artikel

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
62
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist
Artikel

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
50
Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting
Artikel

Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting

31 Januari 2026
43
Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan
Artikel

Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan

20 Januari 2026
77
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang
Artikel

Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang

20 Januari 2026
50
Next Post
Pengobatan Tradisional Minangkabau dengan Memanfaatkan Tanaman Daun Jarak Sebagai Pengobatan Pada Penyakit Demam Tinggi di Kenagarian Paraman Gadang Kecamatan Patamuan

Pengobatan Tradisional Minangkabau dengan Memanfaatkan Tanaman Daun Jarak Sebagai Pengobatan Pada Penyakit Demam Tinggi di Kenagarian Paraman Gadang Kecamatan Patamuan

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (37,143)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,347)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,584)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,723)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,669)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (32,045)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,748)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (30,976)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,080)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (27,731)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
170
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
345
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
495
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
235
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
115
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
150
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
131
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
191
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In